Alihkan Subsidi BBM untuk Program Pro-rakyat

ilustrasi

Gejolak ketidakpuasan dan protes masyarakat terhadap rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dipastikan akan terjadi. Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Mukhtashor mengatakan, keinginan pemerintah untuk menaikkan harga BBM adalah untuk menghilangkan disparitas harga. Lagipula, selama ini subsidi BBM kerap salah sasaran.

Namun, guru besar ITS Surabaya itu menambahkan, kenaikan harga BBM harus diimbangi dengan upaya pemerintah untuk melakukan perombakan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar lebih tepat sasaran. Misalnya, pemerintah mesti mengalihkan alokasi subsidi BBM untuk program-program prorakyat, termasuk pembangunan infrastruktur guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

“Saya melihat, alokasi APBN untuk pembangunan dan rakyat masih lebih kecil dibanding porsi untuk biaya rutin dan belanja pegawai. Banyak efisiensi bisa dilakukan,” ujar Mukhtashor, Senin (26/3/2012).

Dia menambahkan, jika memang tujuan pemerintah untuk menaikkan harga BBM hanya untuk mengurangi beban subsidi dan agar subsidi tepat sasaran, masih ada langkah yang lebih mudah dan lebih tepat dilakukan tanpa harus menaikkan harga BBM. Langkah tersebut yaitu menaikkan pajak kendaraan roda empat dengan menambahkan pengembalian uang subsidi dari sejumlah pemakaian BBM yang digunakan selama setahun. “ini lebih mudah dan lebih sederhana,” tegasnya. kabarbisnis.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim