Soekarwo Subsidi Ongkos Kirim Sembako

ilustrasi:kompas.com

Pemerintah Provinsi Jawa Timur berupaya menekan dampak kenaikan harga bahan bakar minyak dengan memberikan subsidi ongkos kirim sembilan bahan pokok (sembako) di daerah dari produsen ke konsumen secara langsung. Cara itu diharapkan mampu menekan kenaikan harga sembako pascanaiknya harga BBM.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan, dalam menyubsidi ongkos kirim sembako, pihaknya menyediakan dana APBD dari senilai Rp 12,5 miliar sampai tidak terhingga tergantung kebutuhan. ”Ini berlaku sejak 1 April nanti, agar harga sembako tidak naik tinggi,” katanya.

Upaya lainnya, kata Soekarwo, Pemprov Jawa Timur juga akan menurunkan pajak kendaraan umum yang mengangkut barang dan orang sebesar 25-50 persen. ”Dengan demikian, ongkos angkutan diharapkan masih dapat terjangkau, sementara pengusaha angkutan juga tidak dirugikan,” jelas politisi Partai Demokrat ini.

Dia menyadari, kenaikan harga BBM sangat memberatkan bagi masyarakat, khususnya masyarakat miskin, karena mereka harus menanggung semua kenaikan harga bahan pokok sebagai kompensasi kenaikan harga bahan bakar. ”Tapi ini adalah cara satu-satunya untuk menyelamatkan anggaran negara, agar utang kepada IMF tidak terus membengkak,” ungkapnya.

Secara nasional Pemerintah juga menyiapkan empat kompensasi untuk menekan dampak kenaikan BBM per 1 April nanti. Kompensasi itu, antara lain, bantuan langsung tunai, menambah jumlah penerima beasiswa bagi masyarakat miskin, menambah jumlah beras untuk rakyat miskin, dan kompensasi bagi sektor transportasi. kompas.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2020. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim