Pemprov Jatim Pulangkan 35 Korban Asal NTT

ilustrasi: kompas.com

Pemerintah Provinsi Jawa Timur segera memulangkan 35 orang korban trafficking (perdagangan manusia) dari Desa Done, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Pemulangan dilakukan jika kondisi cuaca bagus, karena mereka akan menumpang kapal dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Berdasarakan rilis Pemprov Jatim yang diterima Redaksi Kompas di Surabaya, 35 korban trafficking itu sudah berada di Surabaya sejak 5 Maret 2012.

Sembilan hari ini, mereka ditampung di Gedung Pusat Pelayanan Terpadu (PTT) Rumah Sakit Bhayangkara, Surabaya. Mereka terdiri atas 16 perempuan dan 19 orang laki-laki. Selama berada di tempat penampungan, mereka menjalani beberapa kegiatan, termasuk dari segi psikologis.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Gumelar, yang mengunjungi korban di Surabaya, Rabu ini, mengatakan, perempuan yang korban trafficking harus menunjukkan usahanya menjadi terbaik di segala bidang. Dengan berusaha dan bekerja keras, akan terhindardari trafficking yang akhir-akhir ini semakin marak.

“Jika sudah tiba di kampung asal, korban diharapkan tidak malu dengan tetangga. Justru pengalaman sebagai korban perdagangan manusai bisa sebagai informasi kepada masyarakat, agar lebih waspada apabila ada tawaran pekerjaan dengan gaji besar. Jangan karena ditawari gaji besar, langsung tergiur, tetapi harus selektif , ujar Linda.kompas.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim