460 Hektar Sawah di Jember Terendam Banjir

ilustrasi: surabaya.detik.com

Sebanyak 460 hektar areal sawah di Dusun Kraton, Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, rusak akibat terendam banjir yang terjadi di dusun setempat.

“Sekitar 460 ha sawah yang siap panen dipastikan rusak karena terendam banjir dari luapan air Sungai Curahnongko beberapa hari lalu,” kata Kepala Dusun Kraton, Samiono.

Ratusan rumah di Dusun Curahlele dan Dusun Kraton, Desa Wonoasri terendam banjir setinggi 70 cm hingga 1,5 meter akibat hujan deras yang menyebabkan air Kali (sungai) Sanenrejo dan Sungai Curahnongko meluap ke pemukiman warga.

Data posko bencana di Balai Desa Wonoasri tercatat jumlah korban bencana banjir di Desa Wonoasri sebanyak 1.302 kepala keluarga (KK) dengan rincian di Dusun Curahlele sebanyak 571 KK dan Dusun Kraton sebanyak 731 KK.

Menurut Samiono, Dusun Kraton menjadi daerah langganan banjir karena lokasi pemukiman warga lebih rendah dibandingkan dengan sungai setempat, bahkan tiga tanggul di sekitar sungai jebol akibat derasnya luapan air Sungai setempat.

“Banjir yang merendam ratusan rumah warga di Dusun Kraton sudah terjadi sebanyak sembilan kali sejak Desember 2011 hingga pertengahan Maret 2012,” paparnya.

Ia menjelaskan pemerintah kabupaten (Pemkab) Jember sudah mengalokasikan anggaran untuk pembenahan dam di sekitar kawasan PTPN XII tahun 2012.

“Mudah-mudahan tidak ada banjir lagi di Dusun Kraton pada tahun 2013 mendatang karena warga sudah bosan menjadi korban banjir setiap tahun,” ujarnya menambahkan.

Data di Dinas Pertanian Jember pada Januari 2012 tercatat seluas 615 ha sawah yang ditanami padi di Kabupaten Jember terendam banjir akibat curah hujan yang cukup deras dan meluapnya air sungai di daerah setempat.

Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Jember, Abdul Halim, mengatakan sawah yang terendam banjir itu tersebar di 10 kecamatan dari 31 kecamatan di Jember.

“Banjir menggenangi areal sawah di Kecamatan Gumukmas, Kencong, Jombang, Ambulu, Umbulsari, Tempurejo, Wuluhan, Rambipuji, Puger, dan Mayang,” katanya. antara

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim