Keselamatan Transportasi Indonesia Jadi Bahasan MTI

ilustrasi: id.wikipedia.org

Mayarakat Transportasi Indonesia membahas tentang “Keselamatan Transportasi Nasional“, pada R, mulai pukul 08.00 WIB di Surabaya.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah stake holder, antara lain dari KNKT, Dirjen Darat, Dirjen Laut dan Dirjen Udara.

IR. Chairul Djaelani Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Jawa Timur pada Suara Surabaya, mengatakan latar belakang diadakannya pembahasan ini, karena banyaknya kecelakaan di darat, laut maupun udara yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Kecelakaan inilah yang perlu diantisipasi untuk ke depannya.

“Kita harus punya tekat dan kemauan serta rencana yang terpacu,“ kata Chairul mengenai hasil dari pembahasan tersebut.

Jadi apabila hasil tersebut diimplementasikan akan mengurangi atau mereduksi jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan transportasi. Hal ini juga harus didukung dengan kinerja yang makin membaik

“Kalau ada masalah, sebabnya diidentifikasi dahulu. Karena sebagian besar penyebabnya adalah human error baik secara langsung ataupun tidak langsung. Sarana dan Prasarana juga salah satu akibatnya. Disamping itu masalah manajemen, alam, dan cuaca juga patut diwaspadai. Sehingga masalah transportasi yang sebenarnya menjadi jelas,“ ungkap Chairul.

Posisi MTI hanya sebagai Lembaga Akurasi, pelakunya sendiri adalah pemerintah sebagai regulator juga maskot sektor yang berada di bidang transportasi. Masing-masing bidang harus berperan dalam menjaga keselamatan transportasi.

Pemerintah mempunyai wewenang yang terbatas mengenai regulasi, kontrol serta pemberian izin. Pelaksananya tetaplah pihak operator, seperti para Dinas PO. Hasil pembahasan ini dipastikan akan disosialisasikan oleh MTI. Perkara hasil keputusan tersebut nantinya dijalankan atau tidak, dikembalikan lagi kepada masing-masing pihak. Tetapi tetap ada status warning, jadi jika tidak melaksanakan keputusan ini, maka akan ditinjau dan ditindak Semua kelayakan, baik mengenai Sumber Daya Manusia (SDM), kendaraan, serta harus ada penanggungjawabnya.

Intinya pembahasan MTI kali ini lebih mentitik beratkan pada masalah SDM. Masalah penguji kendaraan seperti SIM dan KIR harus sesuai prosedur dan jika diperlukan akan diadakan pelatihan bagi penguji kelayakan transportasi. suarasurabaya.net

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2017. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim