Banyuwangi Bangun Kawasan 600 Ha

ilustrasi: bisnisindonesia.com

Pemkab Banyuwangi tengah mengupayakan pembangunan kawasan industri seluas 600 hektare di wilayah pantai utara Jawa Timur guna memacu pemanfaatan infrastruktur Pelabuhan Tanjung Wangi khususnya untuk arus perdagangan komoditas antar pulau dan internasional.

Bupati Kabupaten Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengungkapkan pihaknya sengaja mendorong pembangunan KI di wilayahnya agar meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

“Luasan KI [kawasan industri] yang dikembangkan mencapai 600 hektare, lokasinya berada di Kecamatan Wongsorejo yang berjarak sekitar 13 km dari Tanjung Wangi [pelabuhan laut Tanjung Wangi],” kata Azwar kepada Bisnis di Kantor Pemkab Banyuwangi, hari ini.

Azwar menerangkan pengembangan KI ini dipicu dengan munculnya permintaan untuk pendirian industri pengolahan atas sejumlah komoditas agribisnis yang dihasilkan wilayahnya.

“Banyuwangi dikenal sebagai salah satu sentra penghasil komoditas agroindustri seperti cabai, beras, gula aren, kedele.

Beberapa komoditas itu telah diserap pasar, bahkan ada industri yang berkeinginan membangun fasilitas pengolahan atau industri pengolahan seperti pabrik kecap, saos dan industri pengolah lainnya. Artinya butuh KI,” ujarnya.

Persiapan KI, kata dia, saat ini telah berhasil membebaskan lahan sekitar 95%. ”Dari 600 hektare itu, 95% atau sekitar 570 hektare telah berhasil dibebaskan.

Artinya hanya tersisa 30 hektare saja yang belum terbebaskan sehingga tinggal membangun infrastruktur dan menyiapkan manajemen pengelola KI tersebut.”

Azwal menyebutkan rencananya proses pengelolaan itu akan melibatkan sejumlah pihak baik BUMN, BUMD Provinsi maupun BUMD Kabupaten serta swasta.

”Nantinya pengelolanya akan menggunakan model banyak pihak. Ide ini juga telah direspon positif oleh Pemprov Jatim. Bahkan Pak Karwo [Soekarwo/ Gubenur Jatim] akan membantu dalam beberapa hal seperti infrastruktur jalan dan mencarikan akses permodalan,” tegasnya.

Keberadaan KI itu, lanjut dia, akan berperan besar untuk memaksimalkan peran dan fungsi dermaga Tanjung Wangi yang relatif belum banyak digunakan kapasitasnya.

”Tanjung Wangi masih relatif idle potensinya, bahkan port time-nya bisa mencapai satu bulan untuk kapal petikemas. Ini yang akan didorong agar lebih berfungsi dengan keberadaan KI,” terangnya. bisnisindonesia.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2018. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim