Butuh Rp 28,97 Triliun untuk Pengembangan Suramadu

ilustrasi: kompas.com

Rencana induk pengembangan wilayah Suramadu sejak 2010 hingga 2024 diperkirakan menghabiskan anggaran APBN senilai Rp 28,97 triliun. Selain untuk pengembangan infrastruktur wilayah, dana tersebut juga untuk pengembangan sumberdaya manusia.

Kepala Badan Pelaksana Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS), Mohamad Irian saat pembahasan rencana induk pengembangan wilayah Suramadu di Gedung Negara Grahadi Surabaya, mengatakan selain dana APBN, pihaknya juga menargetkan penghimpunan dana investasi swasta senilai Rp 75,7 triliun dalam 15 tahun. ”Jadi dana investasi publik selama 15 tahun yang akan dihimpun sekitar Rp 32,28 triliun,” kata Irian.

Dengan skenario rencana induk itu, diharapkan pertumbuhan ekonomi Madura meningkat dari rata-rata 5 persen pada 2011 menjadi 7,8 persen pada 15 tahun mendatang. ”Share industri juga ditarget meningkat dari 8 persen pada 2011 menjadi 35 persen pada 2024,” tambahnya.

Pengembangan infrastruktur dalam rencana induk tersebut kata Irian meliputi pengadaan jalan, jembatan, air baku, air minum, listrik pulau kecil dan pelabuhan. Sedangkan pengembangan SDM diantaranya berupa pelatihan kegiatan perekonomian. Pembahasan percepatan rencana induk pengembangan wilayah Suramadu dihadiri anggota dewan pengarah BPWS, Sekjen Kementerian Pekerjaan Umum, Gubernur Jawa Timur, Bupati se-Madura, dan Walikota Surabaya. kompas.com

Komentar Pembaca

  1. semoga hal itu bukanlah sekedar wacana yang tidak ada artinya..

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim