Sungai Ngasinan Trenggalek Meluap

ilustrasi: sindonews.com

Ratusan rumah di dua kecamatan di wilayah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, dilaporkan terendam banjir akibat meluapnya Sungai Ngasinan sejak kemarin.

Tak dilaporkan adanya korban jiwa atau luka, tetapi air dilaporkan mencapai ketinggian 70 cm-100 cm di rumah warga di kawasan yang selama ini dikenal sebagai langganan banjir.

“Warga harus mengungsikan barang-barang di rumah ke tempat-tempat yang lebih aman, seperti mushala dan masjid,” kata Imam, warga Kelutan, Kecamatan Trenggalek.

Air Sungai Ngasinan dilaporkan meluap sekitar pukul 03.00 dini hari, melintasi dua tanggul yang sebenarnya sudah melindungi sebagian Kota Trenggalek dari banjir. Curah hujan tinggi sejak Selasa malam, sebagaimana disampaikan Humas Pemerintah Kabupaten Trenggalek Ali Priyanto kepada wartawan.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek Suprapto menjelaskan, pendataan yang dilakukan menyebutkan, banjir merendam empat desa dan kelurahan, yakni Kelurahan Tamanan, Ngares, dan Kelutan di Kecamatan Trenggalek serta Desa Ngadirenggo di Kecamatan Pogalan.

Para korban banjir adalah warga yang tinggal di bantaran Sungai Ngasinan. Bagi warga, banjir sudah menimbulkan kewaspadaan karena terbiasa hidup di tepi sungai.

“Kami sudah menerjunkan aparat ke wilayah-wilayah yang terancam, membantu warga yang menjadi korban dan mengantisipasi kemungkinan munculnya korban jika debit air sungai tidak berkurang. Namun, Rabu pagi, hujan sudah reda dan debit air sungai mulai mengecil,” kata Suprapto. kompas.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2018. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim