Targetkan Perdagangan Antarpulau Rp240 Triliun

ilustrasi

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan nilai perdagangan antar pulau dari wilayahnya pada 2012 bisa meningkat sekitar 10% atau mencapai Rp240 triliun dari capaian 2011 sebesar Rp222 triliun.

Gubernur Jatim Soekarwo menyatakan optimismenya bila angka perdagangan antar pulau provinsinya akan mengalami pertumbuhan pada kisaran 10%.

“Dari beberapa tahun ini, trend perdagangan internasional Jatim relatif stabil, bahkan sempat menurun sesaat dampak resesi ekonomi Internasional 2008. Namun bebanding terbalik, trend perdagangan antar pulau Jatim malah mengalami peningkatan signifikan. Nilai perdagangan 2012 akan dipatok naik 10% diharapkan mencapai Rp240 triliun,” katanya kepada Bisnis hari ini.

Nilai perdagangan 2011, kata Soekarwo, mencapai Rp222 triliun. Nilai perdagangan antarpulau 2010 mencapai Rp204 triliun.

“Fakta lainnya, bahwa perdagangan antar pulau yang di Jatim mayoritas terdata dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya kini telah mengalami perubahan mainstream dengan lebih memilih menggunakan kontainer. Bisa jadi penggunaan petikemas ini lebih praktis dan efisien, Perdagangan antarpulau dengan armada pelayaran ini kini masih terhambat oleh keterbatas APBS [alur pelayaran barat Surabaya] yang lebar dan kedalamannya belum ideal,” tegasnya.

Soekarwo telah mendesak pemerintah pusat untuk segera merevitalisasi APBS agar arus perdagangan internasional maupun domestik bisa lebih masif meningkatnya..

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim Budi Setiawan menerangkan upaya memacu pertumbuhan perdagangan antarpulau di Jatim dilakukan dengan membuka kantor perwakilan dagang pemprov-nya di daerah lain di Indonesia.

“Pemprov Jatim bekerja sama dengan Kadin untuk melakukan pembukaan kantor perwakilan dagang tersebut. Jadi tidak hanya membuka di luar negeri, namun untuk kontek domestik guna memacu perdagangan antar pulau,” katanya.

Terus meningkat

Dia menambahkan data perdagangan antar pulau Jatim sejak 2009 hingga kini meningkat terus.

”Trend-nya meningkat terus. Pada 2009 perdagangan antarpulau Jatim hanya sekitar Rp192 triliun naik menjadi Rp204,2 triliun pada 2010 meningkat lagi menjadi Rp 222,7 triliun dan pada 2012 diprediksi meningkat menjadi Rp 240 triliun.”

Budi menjelaskan saat ini Jatim telah memiliki 10 perwakilan dagang.”Pada 2010, Jatim baru memiliki empat perwakilan dagang yang berada di Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan Selatan. Namun hingga akhir 2011 menjadi 10 perwakilan dengan ada tambahan enam perwakilan lagi.”

Keenam perwakilan baru yang dibuka pada 2011 terdiria atas Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, Gorontalo, Kalimantan Barat dan Maluku. bisnisindonesia.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim