ESDM Teliti Semburan Gas di Pamekasan

ilustrasi: kompas.com

Kementrian Energi dan Sumber Daya Alam (ESDM), Rabu meneliti semburan gas di Dusun Batulengkong, Desa Gugul, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, Madura Jawa Timur.

ESDM ingin memastikan apakah semburan gas yang keluar dari galian sumur milik Busiri itu, membahayakan terhadap lingkungan atau tidak.

Lutfie, peneliti dari Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Alam mengatakan, sementara waktu semburan gas yang keluar sejak Senin (13/2/2012) kemarin itu, belum membahayakan.

Sebab kadungan gasnya tidak mudah terbakar. Namun pihaknya masih akan meneliti lumpur yang keluar dari semburan sumur tersebut. “Gas dan lumpurnya tidak membahayakan karena tidak mencemari tanah dan air yang ada di sekitarnya,” terang Lutfi.

Meksipun tidak mudah terbakar, namun baunya yang busuk cukup mengganggu bagi masyarakat terutama bagi yang belum pernah datang ke lokasi semburan.

“Sebaiknya nanti ditambah pipa yang agak tinggi sampai 4 meter, agar baunya bisa ditiup udara yang lebih kencang dan tidak mengganggu warga,” tambahnya.

Sementara jenis lumpur yang keluar dari semburan sumur itu, sudah dikemas untuk dilakukan penelitian di balai penelitian Kementrian ESDM.

“Nanti akan kita teliti terlebih dulu dan mungkin membutuhkan waktu sampai satu minggu untuk memastikan apakah ada kandungan membahayakan dalam lumpur tersebut,” ungkapnya.

Analisa Lutfi sementara, lumpur yang keluar dari sumur tersebut, adalah campuran air dan tanah yang digunakan tukang bor untuk memudahkan proses penggalian sumur.

Walaupun tidak membahayakan, warga setempat ada yang nekad mencoba untuk menguji sendiri kandungan metan dalam gas tersebut dengan dibungkus botol plastik.

Kemudian hasil gas yang tersimpan dalam boto tersebut dibakar. Hasilnya mirip dengan semburan api dalam kompor gas, meskipun tidak keras. “Kalau gasnya mudah terbakar mas, saya sudah membuktikannya sendiri,” terang Zainal, warga setempat.

Sampai tiga hari ini, penjagaan oleh aparat kepolisian masih tetap dilakukan. Hal itu untuk mengindari adanya sesuatu yang membahayan, misalnya ada upaya dari warga untuk membakar lubang tersebut.

Di samping itu, garis polisi dan peringatan dilarang merokok tetap terpasang di sekitar area semburan gas. kompas.com

Komentar Pembaca

  1. SEPERTI DI LADANG MINYAK WONOCOLO BOJONEGORO BANYAK MENGEBOR SUMUR BARU SECARA ILEGAL, KALAU SAMPAI KELUAR GAS BERACUN DAN LUMPUR BISA BENCANA. BISA SIDAK LANGSUNG. NGEBOR MINYAK TANPA IJIN PASTI ADA SANGSINYA. TERIMA KASIH.

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim