Polisi Jaga Ketat Semburan Gas Lumpur

ilustrasi: kompas.com

Semburan gas disertai lumpur dan batu milik Busiri, warga Dusun Batu Lengkong, Desa Gugul, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, hingga kini dijaga aparat keamanan dari Polsek Tlanakan.

Penjagaan itu untuk menghindari hal-hal yang bisa membahayakan, karena ada indikasi semburan itu bisa meledak jika ada percikan api. Di sekitar area semburan sudah dipasang Policeline dan tulisan “dilarang merokok di area ini”. Selain dijaga aparat Kepolisian, dari jajaran TNI Koramil Tlanakan, juga tampak melakukan penjagaan secara bergantian.

Wakil Kepala Polres Pamekasan, Kompol Ikhwanuddin mengatakan, pengamanan anggota Polisi sudah dilakukan sejak tadi malam. Polres sudah berkoordinasi dengan tim ahli untuk menangani kejadian tersebut. “Kita hanya pada proses pengamanan saja agar masyarakat tidak mendekat ke arena semburan. Kita masih belum tahu sampai kapan semburan gas lumpur itu akan berhenti karena itu tim ahli yang lebih mengetahuinya,” terang Ikhwanuddin.

Sementara itu, tim dari Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kabupaten Pamekasan, telah meninjau lokasi semburan gas dan lumpur. Kabag SDA Jumhari Gani menjelaskan, berdasarkan pengamatan sementara, semburan gas lumpur itu merupakan satu jalur dengan Api Tak Kunjung Padam di Desa Larangan Tokol. Namun kesimpulan ini masih akan meneliti lebih jauh.

“Jika semburannya sampai tiga hari masih tetap besar, maka potensi untuk dieksploitasi cukup besar. Jika semburannya mengecil, maka itu semburan itu hanya pembuangan saja,” ungkap Juhhari Ghani.

Ditambahkan Jumhari Ghani, penanganan selanjutnya akan diserahkan kepada Bagian Sumber Daya Alam Provinsi Jawa Timur dan BP Migas. “Kita sudah laporkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan BP Migas untuk meneliti kandungan gas dari semburan tersebut. Sementara ini pengamatan kami gas itu masih belum membahayakan bagi warga,” ujarnya.

Masyarakat diminta tetap waspada karena gejala alam tidak bisa diprediksi. Selan itu, belum ada rencana untuk menutup semburan itu sebelum ada pernyataan resmi dari BP Migas. “Jika nantinya ada hal yang bisa membahayakan kepada warga, kami akan melakukan tindakan khusus berupa penutupan semburan,” kata Jumhari.

Semburan gas dan lumpur disertai batu-batu kerikil milik Busiri, terjadi Senin sore kemarin. Pengeboran itu semata-mata untuk mencari sumber air. Namun setelah kedalaman mencapai 32 meter, yang keluar bukan air, melainkan gas dan lumpur. Kejadian itu membuat Busiri panik dan segera menghentikan pekerja pengeboran karena takut membahayakan. kompas.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim