Banyak Dialihfungsikan, Surplus 5 Juta Ton Beras Diragukan

ilustrasi: kabarbisnis.com

Target surplus beras di Jawa Timur (Jatim) sebesar 5 juta ton di tahun 2014 terancam gagal akibat besarnya lahan pertanian yang dialihfungsikan menjadi kawasan properti, jalan tol, pergudangan, dan lain sebagainya.

Data Dinas Pertanian Jatim menunjukkan, sedikitnya ada sekitar 3.807 hektar lahan sawah yang beralih fungsi untuk berbagai fasilitas dalam setiap tahun. Akibatnya, lahan sawah produktif semakin menyusut sementara perluasan lahan sangat sulit.

“Saat ini luas area persawahan Jatim mencapai 1.176.000 hektar. Dan dalam tiap tahun, lahan tersebut pasti menyusut,” ujar Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Jatim, Ahmad Nurfalakhi, di Surabaya, Rabu (15/2/2012).

Berkurangnya luas area sawah tersebut karena digunakan untuk pembangunan jalan tol seperti pembangunan Tol Surabaya Mojokerto (Sumo), perumahan dan industri serta bencana seperti kasus meluapnya lumpur Lapindo. Kondisi ini terjadi di seluruh kabupaten/kota di seluruh Jatim dan diperkirakan akan terus terjadi seiring dengan kian banyaknya investor yang menanamkan investasi mereka di Jatim.

“Untuk itu, kami perlu dukungan dari Dinas Pekerjaan Umum agar secepatnya merealisasikan pembangunan dan perbaikan waduk di beberapa titik karena akan mempermudah dan memperlancar jaringan irigasi persawahan,” ujar Nurfalakhi.

Melalui perbaikan irigasi persawahan tersebut, diharapkan rerata Indeks Pertanaman (IP) di Jatim menjadi 2,3 dari kondisi saat ini yang hanya sekitar 1,8. “Artinya, dengan perbaikan jaringan irigasi sawah, rata-rata petani bisa melakukan tanam 2,3 kali dalam satu tahun, naik dari posisi sebelumnya yang hanya di kisaran satu kali tanam,” katanya.

Melalui langkah ini, maka ada luas tanam di seluruh Jatim akan meningakat. Selain melalui perbaikan dan pembangunan waduk, pertambahan area tanam ini juga didapatkan dari Perhutani. Lahan hutan yang pohonnya masih sekitar satu meter biasanya digunakan untuk tanam padi.

“Untungnya kita juga dapat tambahan luas area 78.000 hektar per tahun dari Perhutani di 23 Kesatuan Pemangku Hutan di wilayah Jatim. Kalau lahan tersebut ditanami dua kali per tahun, area tanam mendapat tambahan 156.000 hektar per tahun,” katanya. kabarbisnis.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim