Jalur Rel Ganda KA Perlu Diperluas

ilustrasi

Ilustrasi

Gubernur Jawa Timur Soekarwo meminta tiga sarana penunjang sektor perhubungan diprioritaskan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekitar 8 persen. Saat ini pertumbuhan sekitar 7,2 persen dan akan bertambah jika rel ganda kereta api diperluas hingga Malang, Madiun, dan Problinggo.

“Upaya lain yang dilakukan adalah membenahi serta mengeruk alur barat Pelabuhan Tanjung Perak dan peluasan Bandara Internasional Juanda,” kata Soekarwo pada peresmian Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) di Gununganyar, Surabaya.

Saat ini, menurut Soekarwo, proyek nasional pembangunan rel ganda hanya Surabaya-Bojonegoro. Jika memungkinkan, jalurnya ditambah di jalur Surabaya-Malang-Madiun-Probolinggo.

Pada kesempatan itu juga diungkap kondisi Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yang sudah tidak mampu menampung kapal berukuran besar akibat sempitnya alur barat dengan kedalaman hanya 9 meter. Padahal, sebagai salah satu pelabuhan terbesar di Indonesia, Tanjung Perak sangat berpotensi sebagai pusat arus bongkar-muat kapal-kapal besar. Jika alur diperlebar, kapal besar dari berbagai negara tak perlu singgah di Singapura, tetapi langsung ke Tanjung Perak.

Kapasitas Bandara Internasional Juanda juga perlu ditingkatkan karena tidak mampu menampung sekitar 13,7 juta penumpang, dari kapasitas saat ini yang hanya 6,5 juta orang per tahun.

Kondisi di tiga sarana pendukung transportasi itu, kata Soekarwo, adalah indikator bahwa kelas menengah di Jatim terus meningkat jumlahnya. kompas.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2022. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim