Lahan Pertanian di Jatim Menyusut 3.800 Ha

ilustrasi: flickr.com

Lahan pertanian Jawa Timur setiap tahun menyusut sampai 3.800 hektare (Ha). Ini disampaikan Saifullah Yusuf Wakil Gubernur Jawa Timur dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR membahas kesiapan pangan pemerintah daerah.

Menurut Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul, masalah pertanian yang utama di Jawa Timur, penyusutan lahan pertanian.

Kata Gus Ipul seperti dilaporkan Faiz reporter Suara Surabaya, lahan subur di Jawa Timur itu tidak tergantikan. Tetapi lahan-lahan subur itu justru diganti dengan perumahan, industri atau lainnya.

Menurut Gus Ipul, Pemprov Jatim mendukung Kementerian Keuangan yang memberi penghargaan pada bupati atau walikota yang paling sedikit memanfaatkan lahan subur.

Dia mengatakan, untuk masalah benih pertanian secara umum beres, tetapi masih menyisakan masalah. Diantaranya soal kecocokan antara bibit hibrida atau tidak, sehingga perlu inovasi pemerintah.

Selain itu juga masalah pupuk organik atau tidak, tetapi Pemprov Jatim mendukung yang organik.

Sekarang ini kata Gus Ipul, pengguna pupuk organik di Jawa Timur sekitar 23 persen dan akan terus ditingkatkan. Untuk masalah pengairan atau irigasi, di Jawa Timur juga terdapat masalah, diantaranya ada bendungan yang tidak berfungsi.

Khusus masalah pembiayaan, Gus Ipul berharap pinjaman pada petani tidak dipersulit, sehingga para petani itu akan semangat mengerjakan lahan pertaniannya. suarasurabaya.net

Komentar Pembaca

  1. semoga program go green cepat terealisasi seperti yang sudah di canangkan pak de karwo

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim