Wagub Jatim Mengadu ke DPR RI Soal Tanjung Perak

ilustrasi

Pemprov Jawa Timur menyampaikan ke DPR RI soal penolakan Pelabuhan Tanjung Perak sebagai Terminal impor Produk Hortikultura.

Ini ditegaskan Saifullah Yusuf Wakil Gubernur Jawa Timur waktu rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR RI, Rabu (8/2/2012), seperti dilaporkan Faiz Fajarudin reporter Suara Surabaya di Jakarta.

Gus Ipul sapaan Saifullah Yusuf, mengatakan, sejauh ini Gubernur Jawa Timur sudah mengirim surat ke Menteri Pertanian, dan Menteri Perdagangan, bahkan sampai Presiden RI. Tetapi sampai sekarang belum ada tanggapan.

Kata Gus Ipul, kalau sampai Pelabuhan Tanjung Perak dipakai sebagai pusat Terminal Impor Produk Hortikultura seperti sayur dan buah-buahan, dikhawatirkan akan mendistorsi perekonomian Jawa Timur.

Karena, menurutnya, Jawa Timur 30 sampai 40 persen merupakan penyumbang produk hortikultura nasional.

Gus Ipul berharap, terminal tujuan produk import hortikultura dikembalikan ke tempat semula, karena Jawa Timur sendiri sebagai pusat hortikultura.

Dia mengatakan, seharusnya Pemerintah Pusat tahu kalau Jawa Timur sudah lama menolak segala macam jenis impor termasuk impor beras.

Dalam penunjukkan sebagai Terminal Impor Produk Hortikultura, kata Gus Ipul, Pemerintah Pusat tidak membahas dulu dengan Pemprov Jawa Timur. Tiba-tiba saja SK Menteri Pertanian keluar begitu saja.

Gus Ipul mengingatkan sebelum 19 Maret mendatang, Pemerintah Pusat harus bisa memutuskan soal penolakan Pemprov Jatim soal terminal impor hortikultura tersebut. suarasurabaya.net

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2020. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim