Beri Bantuan Warga Seumur Hidup

ilustrasi: meykholik.blogspot.com

Pemerintah Jawa Timur akan memberikan bantuan seumur hidup kepada warga miskin berusia di atas 65 tahun. Bantuan akan diberikan terus-menerus hingga warga tersebut meninggal dunia.

“Persis KTP seumur hidup, bantuan ini diberikan terus-menerus tiap bulannya,” kata Sekretaris Daerah Jawa Timur, Rasiyo. Bantuan diberikan berupa uang tunai Rp 150 ribu dan beras 20 kilogram per bulan.

Untuk tahun pertama 2012, bantuan akan diberikan kepada 5-6 ribu warga miskin usia di atas 65 tahun. Selanjutnya program akan terus diberikan hingga seluruh masyarakat miskin usia 65 tahun ke atas seluruhnya mendapatkan bantuan ini.

Rasiyo menjelaskan program ini merupakan kelanjutan dari program Jalan Lain Menuju Kesejahteraan (Jalinkesra) yang telah diberikan sejak 2009 lalu.

Sebelumnya program Jalinkesra diperuntukkan 493.004 rumah tangga sangat miskin. Hanya, sejak 2009, 2010 dan 2011 Jalinkesra diberikan berupa bantuan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat miskin.

Bantuan di antaranya berupa kambing, ayam, itik, atau bibit tanaman. “Bantuan disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Kami data butuhnya apa dan kami bantu,” kata Rasiyo.

Hanya, bantuan ini di lapangan banyak memunculkan masalah. Apalagi banyak kebijakan di tingkat kelurahan yang ternyata menyunat bantuan. Misalnya, yang harusnya mendapatkan empat kambing disunat hanya mendapatkan satu kambing, sementara tiga sisanya diberikan kepada warga miskin lainnya.

Secara terpisah Kepala Dinas Pertanian Jawa Timur Wibowo Eko Putro mendukung program ini. Menurut dia, program pemberian bantuan yang dilakukan tahun sebelumnya banyak disalahgunakan di tingkat lapangan.

Dinas Peternakan pada 2011 lalu setidaknya membagikan ternak senilai Rp 50 miliar. Bantuan tersebut tersebar di delapan daerah, yaitu Trenggalek, Ngawi, Tulungagung, Ponorogo, Pacitan, Tuban, Kediri, dan Blitar.

“Memang banyak masalah. Tapi hasil evaluasi akhir tahun menunjukkan program ini sangat bermanfaat bagi penerima,” kata Wibowo. Manfaat itu di antaranya jika dulunya banyak masyarakat miskin yang tak memiliki pekerjaan saat ini sudah memiliki aktivitas.

Hanya, program bantuan ternak ini bermasalah jika yang menerima adalah masyarakat miskin dengan usia di atas 65 tahun. “Kan kasihan kalau sudah tua dikasih kambing, yang pas memang diberikan bantuan tunai,” tutur Wibowo. tempo.co

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2017. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim