Pemprov Usulkan Peringatan Haul KH Abd Hamid Diliburkan

Gubernur Jatim Dr H Soekarwo dan Ketua MK Machfud MD saat menghadiri Haul ke-30 Kh. Abd. Hamid Abdulloh Umar serta Haul ke-21 Ibu Nyai Hj. Nafisah Ahmad Qusyairi di Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah, Pasuruan, Kamis (2/1).

Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo merespon usulan Wakil Gubernur Jatim peringatan Haul KH. Abd. Hamid diliburkan satu hari asalkan dibuatkan surat edaran dari Pemerintah Kota dan ditanda tangani oleh Walikota.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang bertepatan dengan Haul ke-30 Kh. Abd. Hamid Abdulloh Umar serta Haul ke-21 Ibu Nyai Hj. Nafisah Ahmad Qusyairi di Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah, Pasuruan, Kamis (2/1).

Ia menambahkan, Peringatan haul seperti ini memang menyedot perhatian dari berbagai jamaah dan santri penjuru Indonesia. Akan tetapi ketika diliburkan, Pemda Kota Pasuruan jangan sampai melarang para Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk berjualan. Namun, pemda  harus membuatkan stan berjualan bagi PKL di sepanjang jalan menuju Ponpes agar suasananya tampak bersih sehingga berdampak kepada pemasukan Pemda Kota Pasuruan itu sendiri.

“Jangan sampai melarang PKL untuk berjualan, tetapi mereka harus dibantu dibuatkan tempat agar mereka bisa mencari rezeki secara layak dan diatur,” pintanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf sebelumnya mengatakan dan menyampaikan usulan pada Pemkot Pasuruan agar tahun depan peringatan Haul KH. Abd Hamid bisa diliburkan selama satu hari untuk memperingati jejak perjuangannya

Ia mengatakan, dengan memahami dan mengerti jejak perjuangan KH. Abd. Hamid diharapkan masyarakat bisa terinspirasi untuk berbuat  lebih baik  khususnya ummat muslim.

“ Ini ada saran dari para jamah, apabila tahun depan diadakan haul seperti ini, seluruh kegiatan pemerintahan dan sekolah bisa diliburkan selama satu hari,” katanya .

Ketua Mahkamah Konstitusi, Prof Mahfud MD menilai, Jawa Timur dibawah kepemimpinan Pakde Karwo dan Gus Ipul memiliki pola kepemimpinan yang kompak  karena Provinsi Jatim terkenal dengan salah satu daerah basis warga muslim terbesar di Indonesia khusunya warga Nahdiyin.

Pola kepemimpinan seperti  ini mempunyai arti, ketika masyarakat menghendaki pola kebijakan dan kepemimpinan yang serius maka Pemprov Jatim bisa melakukan upaya preventif untuk menyelesaikan berbagai masalah yang terjadi. Akan tetapi apabila masyarakat menghendaki pola kepeimpinan yang santai, namun serius, maka bisa dilakukan dengan cara yang bijaksana.

“Ini yang menyebabkan Jatim situasinya  aman, nyaman dan  tentram tidak seperti daerah lainnya yang sering terjadi konflik dengan masyarakatnya,” pungkasnya . (ist)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim