Cuaca Buruk, Bisnis Antarpulau Terganjal

ilustrasi: kabarbisnis.cim

Kondisi cuaca yang tidak menentu dengan curah hujan dan angin yang cukup besar mengakibatkan banyak kapal yang tertahan dan tidak bisa berlayar.

Akibatnya, truk pengangkut bahan makanan dan barang konsumsi lainnya tidak bisa diangkut dan mandek. Hal tersebut terjadi di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Perdagangan antarpulau menjadi tersendat.

Dari pantauan kabarbisnis.com, puluhan truk berjejer dan mengantri di terminal Jamrud Selatan, Tanjung Perak, karena kapal tidak berani berlayar.

Menurut Kepala Humas PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Edi Priyanto, kondisi ini selalu terjadi saat musim penghujan. Karena hujan deras dan ombak besar, kapal pengangkut penumpang dan barang, khususnya yang jenis ro-ro, tidak bisa berlayar.

“Sudah sejak Januari lalu kondisi ini terjadi. Pekan-pekan terakhir ini memang cukup parah. Jika awal Januari penumpukan dalam sepekan mencapai 100 unit truk yang tidak bisa terangkut, dalam pekan ini ada sekitar 98 truk yang tidak bisa terangkut dalam kurun waktu dua sampai tiga hari,” ujar Edi Priyanto di Surabaya.

Kapal tersebut rata-rata tertunda keberangkatannya di Tanjung Perak dan ada juga yang tertahan di luar pulau karena tidak bisa kembali ke Tanjung Perak.

“Dengan cuaca seperti ini, izin berlayar juga sulit. Dengan ombak yang cukup tinggi, hanya kapal besar saja yang bisa berlayar. Apalagi jika ombak mencapai empat meter, pasti akan berbahaya sekali bagi kapal ro-ro untuk berlayar,” ujarnya.

Menurut Edi, kebanyakan truk pengangkut barang konsumsi tersebut bertujuan ke Kalimantan seperti ke Kumai, Sampit, dan Balikpapan. Namun karena pengusaha sudah bisa memprediksi, biasanya yang dikirim saat musim penghujan adalah barang konsumsi yang tidak cepat busuk. Sehingga kerugian pun menjadi lebih ringan.

“Mereka hanya mengirimkan barang yang tahan lama yang memang harus dikirim. Karena mereka harus berhitung rugi ketika mengirimkan barang saat cuaca ekstrim,” katanya.

Edi memperkirakan, kondisi seperti ini masih akan berlangsung hingga akhir Februari. “Berdasarkan perkiraan BMKG, cuaca akan mulai normal pada akhir Februari, sehingga pelayaran bisa berjalan normal,” katanya. kabarbisnis.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim