Gubernur: Perlu Tambahan Investasi Rp 895.224 Triliun

Ilustrasi

Gubernur Jatim Dr.H.Soekarwo menerima kunjungan kerja Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas di Gedung Negara Grahadi Rabu,(1/2). Dalam pertemuan tersebut pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim itu memaparkan Implementasi Program Pembangunan Nasional di Provinsi Jatim.
Ada beberapa hal yang di paparkan oleh pakde karwo, diantaranta program jalin kesra, pengembangan kawasan,RTLH dan pertumbuhan ekonomi. Program Jalan Lain menuju Kesejahteraan Rakyat (Jalin Kesra) sudah berjalan selama tiga tahun dalam masa kepemimpinan pasangan Pakde karwo dan Gus Ipul. “Jalin Kesra adalah program APBD untuk rakyat dan menghadirkan pemerintah di tengah-tengah rakyat.,”katanya.
Terkait Jalin Kesra Pakde menjelaskan, saat ini pemprov Jatim sudah melakukan pendirian 8.506 unit koperasi wanita, 200 unit koperasi pondok pesantren,100 unit koperasi karyawan dan memberikan bantuan Rp.60 juta rupiah per desa untuk pembangunan infrastruktur desa.
Untuk mendukung usaha kecil menengah, pemprov menyalurkan dana bergulir sebesar Rp.585 milyar untuk 29.842 orang debitur sampai dengan bulan November 2011. Kemudian penjaminan kredit melalui PT.Jamkrida dengan menyetorkan modal sebesar Rp.150 Milyar dengan melayani 17.248 UMKM dan menyerap tenaga kerja sebanyak 51.744 orang.
“Apex Bank Jatim dengan BPR dan Linkage Bank Jatim dengan Bank pemerintah dengan tujuan menguatkan UMKM di daerah”ujarnya.
Sementara untuk program sosial pemprov Jatim melakukan renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 50 ribu unit. Pada tahun 2012 nanti akan bertambah 10 ribu unit dengan anggaran Rp.250 milyar. Kemudian pemprov membangun rumah susun untuk warga (Rusunawa) sebanyak tiga twin block di daerah Gunungsari dan direncanakan akan membangun 8 twin block di Sumur Welut. Untuk penanganan WTS pemprov memberikan pelatihan dan bantuan stimulant bagi 220 orang WTS.
Tahun 2012 ini, Pakde Karwo menargetkan pertumbuhan ekonomi Jatim naik sebesar 7,5 yang pada tahun sebelumnya sebsar 7,2%. Target tersebut dengan alasan pada PDRB tahun 2011 Rp. 895.224 triliun. Dengan begitu diperlukan tambahan investasi sebesar Rp.28,65 Triliun untuk mencapai target tersebut.
Menurut pakde Karwo, sumber tambahan investasi diperoleh dari fresh money (PMA,PMDN non fasilitas) sebesar Rp.130 Triliun. Kredit investasi sebesar Rp.33 Triliun dengan asumsi dari 14% dari proyeksi landing kredit 2012 Rp. 236,36 Triliun. Kemudian pengeluaran pemerintah untuk belanja modal dengan perkiraan 12% dari total pengeluaran pemerintah di Jatim sebesar Rp. 9,827 Triliun.
“Net Ekspor-Impor pada tahun 2012 yang dimanfaatkan untuk tambahan capital sebesar Rp.11,97 Trilliun rupiah” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bappenas Prof.Dr.Armida S.Alisjahbana,SE.MA memaparkan program Bappenas. Armida mengatakan, dalam rangka mensukseskan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) peran Pemda sangat sentral yaitu untuk dukungan pembangunan infrastruktur regional dan lokal yang diperlukan untuk menghubungkan infrastruktur nasional dengan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi (klaster industri) agar diperoleh manfaat (multiplier effects) secara optimal.
“Pemda perlu mendorong percepatan proses pembebasan lahan di wilayahnya dengan berpedoman kepada UU tentang pembebasan lahan yang telah disahkan oleh DPR”katanya.
Komitmen untuk mensukseskan MP3EI, kata Armida, bukan hanya antara Pemerintah Pusat, BUMN dan swasta. Pemda pun harus terlibat dan mengantisipasi sehingga anggaran belanja modal daerah (APBD) dapat dipakai untuk mendukung pelaksanaan MP3EI ini. Humas

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2018. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim