Ekspor non Migas Ke Afsel Melonjak 1.200%

ilustrasi: bisnisindonesia

Ekspor non migas Jawa Timur pada 2011 ke Afrika Selatan melonjak 1.200% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Irlan Indrocahyo, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, mengatakan Afrika Selatan menjadi primadona baru bagi para eksportir Jatim sebagai bagian dari upaya mereka untuk diversifikasi pasar ekspor.

“Ancaman dampak krisis ekonomi global yang melanda AS dan Eropa rupanya membuat para eksportir mengalihkan pasar ke negara-negara pasar non konvensional, seperti Afrika Selatan,” katanya kepada wartawan, hari ini.

Menurutnya, hal ini kemudian menjadi salah satu penyebab ekspor Jawa Timur pada 2011 masih dapat meningkat 35,18% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Selain diversifikasi pasar, penyebab lain naiknya ekspor Jatim adalah iklim yang lebih bersahabat bagi industri pertanian tahun lalu.

Data BPS Jatim mencantumkan, pada 2011 nilai total ekspor Jatim mencapai US$19,02 miliar, sedangkan tahun lalu hanya sebesar US$14,07 miliar. Ekspor nonmigas berkontribusi sebesar 91,45% terhadap total ekspor, dan ekspor migas hanya menyumbang 8,55%.

Dari jumlah itu, nilai ekspor ke Afrika Selatan menyentuh US$702,08 juta, dari hanya US$53,6 juta tahun 2010, dan berada di urutan keenam negara tujuan ekspor Jatim. “Dua urutan pertama negara tujuan ekspor Jatim masih dipegang Jepang dan Cina, dengan nilai masing-masing US$3,4 miliar dan US$2,1 miliar,” ungkap Irlan.

Ekspor hasil industri menyumbang 85,36%, hasil pertanian 5,88% serta hasil pertambangan dan lainnya 0,21% terhadap total ekspor 2011. Sedangkan komoditas ekspor terbesar Jatim tahun lalu adalah tembaga dengan nilai US$2,8 miliar, diikuti bahan kimia organik senilai US$2,56 miliar, dan kertas/karton sebesar US$1,2 miliar.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim Budi Setiawan di tempat terpisah berharap tahun ini ekspor ke negara non tradisional tersebut naik antara 15% hingga 18%.

“Kami saat ini juga sedang menjajaki kerjasama perdagangan dengan Taiwan untuk membuka pasar baru, terutama untuk produk makanan dan minuman,” ungkapnya.

Dia menuturkan, produk yang banyak dicari oleh masyarakat Taiwan salah satunya adalah sarang burung walet, sedangkan masyarakat Afrika Selatan lebih menyenangi produk tekstil Jatim. bisnisindonesia.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim