Wagub Targetkan Provinsi Nomor Satu Di Indonesia

ilustrasi

Wakil Gubernur Jatim Drs.H.Saifullah Yusuf menargetkan provinsi Jatim sebagai provinsi nomer satu di Indonesia. Target itu bisa dicapai dengan meningkatkan nilai investasi dan perdagangan baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Hal tersebut disampaikan Gus Ipul sapaan akrab Wagub Jatim itu sebelum membuka Rakornas Dewan Koperasi Nasional (Dekopin) 2012 di Hotel Klub Bunga Batu.
Menurut Gus Ipul, upaya itu bukan tanpa alasan tetapi melihat dari pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada tahun 2011 sebesar 7,2 persen melewati angka pertumbuhan nasional. Sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menyumbangkan paling banyak untuk pertumbuhan ekonomi Jatim.
Selain itu, perdagangan antar provinsi yang mencapai Rp 245 triliun juga ikut meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Perdagangan ekspor barang dan jasa th 2011 sebesar Rp.435,04 Triliun , terdiri dari ekspor barang dan jasa luar negeri Rp. 212,33 Triliun dan dalam negeri Rp.222,71 Triliun. Kinerja perekonomian Jatim sudah dalam posisi yang benar, yaitu tumbuh 7,2 % dengan nilai PDRB Rp.895,22 Trilliun.
Pada sektor perdagangan, pariwisata telah menyumbangkan sebesar 50% bagi Pendapatan asli Daerah (PAD) Jatim. Kemudian di bidang industri olahan seperti pengolahan hasil tanaman perkebunan sebesar 28% serta 17% disumbangkan dari pertanian. Hal ini menunjukan dunia perdagangan menjadi suatu hal yang afirmatif.
Untuk memancing investasi di Jatim, Gus Ipul menjelaskan, pemprov Jatim terus berupaya menjaga kondusifitas 38 kabupaten dan kota di Jatim. “ Pemprov terus melakukan upaya-upaya menarik investor agar bersedia menanamkan modalnya di Jatim. Diantaranya menjaga citra Jatim yang aman dan nyaman bagi iklim investasi”terangnya.
Pencitraan wilayah, Gus Ipul menjelaskan, saat ini sudut pandang masyarakat tidak obyektif lagi. Sebaik apapun yang telah diperbuat bila melakukan kesalahan sekali maka akan teringat terus oleh masyarakat luas. Padahal dalam perspektif obyektif masih banyak sisi kebaikan yang bisa menjadi pertimbangan.
“Bersama Pak Gubernur saya berusaha membangun citra Jatim yang lebih baik. Upaya tersebut yakni menekan angka unjuk rasa dengan mengajak bicara seluruh elemen lapisan masyarakat. Gampangannya menyaring aspirasi mereka sebelum terjadi demo. Apabila mereka tetap berdemo kami akan meminta dilakukan secara santun”jelasnya.
Untuk mendukung penguatan sektor usaha kecil, Gus Ipul menerangkan, koperasi harus hadir ditengah-tengah pelaku usaha kecil sebagai fasilitator. UMKM yang saat ini banyak yang berdiri dan tumbang dikarenakan faktor permodalan dan pembinaan.
“Koperasi diyakini bisa menumbuh kembangkan sektor usaha kecil di daerah dalam rangka penguatan kerangka ekonomi kemasyarakatan di bidang media perdagangan”ujarnya.
Gus Ipul meminta koperasi ikut hadir dan berperan di tengah masyarakat dalam era globalisasi pasar bebas. Pasalnya, saat ini masyarakat yang mempunyai uang tetapi bisa membeli tanpa peduli membutuhkan atau tidak. Tetapi masyarakat yang membutuhkan tidak bisa membeli kebutuhannya tersebut karena persoalan biaya. Humas

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim