AS Dorong Perbaiki Kualitas Ikan Ekspor

ilustrasi: antara foto

Pemerintah Amerika Serikat mendorong pemerintah Indonesia dan sektor swastanya untuk meningkatkan kualitas ikan yang diekspor ke Amerika Serikat. Masalah kontaminasi jamur jenis salmonela dan kandungan logam pada produk ikan Indonesia masih menjadi ganjalan untuk Amerika Serikat.

Bahkan belakangan, 4 perusahaan pengekspor ikan asal Jawa Timur diblack list United States Food and Drug Administration (FDA). Alasannya, produk ikan Indonesia itu dinilai mengabaikan mutu dan keamanan pangan.

Bagi Amerika Serikat, Indonesia merupakan diantara negara produsen ikan paling penting. Untuk itu lewat United States Agency for International Development (USAID), Indonesia dapat bantuan US$35 juta bidang pembangunan kelautan dan perikanan berkelanjutan.

Dillon Green peneliti biologi yang bekerja untu Pemerintah AS pada suarasurabaya.net mengatakan diantara tugasnya di Indonesia adalah berkaitan dengan peningkatan mutu dan keamanan produk ikan Indonesia.

“Saya menjalin kontak dengan pemerintahan anda, sektor swasta, dan nelayan. Saya percaya pemerintah Indonesia sudah melakukan upaya maksimal untuk mengontrol mutu dan keamanan ikan-ikan yang diekspor ke Amerika Serikat,” kata dia.

Tapi juga sangat penting, kata dia, untuk meningkatkan kepedulian di kalangan nelayan dan sektor swasta tentang mutu dan keamanan pangan. Diakui dia, memang tidak mudah untuk memutus mata rantai potensi kontaminasi produk ikan.

Kebanyakan nelayan di Indonesia, kata Green, adalah nelayan tradisional dengan kapal kecil. Setelah berhasil menangkap ikan Tuna, biasanya mereka memotongnya kemudian disimpan di ruang penyimpan dingin. “Pada proses ini biasanya berpotensi kontaminasi,” kata dia.

Kemungkinan lain juga terkait pelabuhan ikan yang potensial tidak higienis, juga tempat prosesing ikan di pabrik. “Untuk memutus mata rantai itu, harus ada kerjasama berbagai pihak, nelayan, pengelola pelabuhan ikan, pabrik pengelola ikan, dan juga konsumen,” kata dia.

Green menyayangkan jika produk ikan Indonesia harus direekspor dari Amerika Serikat karena masalah itu. “Kami memang menerapkan standar mutu dan keamanan pangan yang sangat ketat. Begitu ikan-ikan impor itu masuk ke pelabuhan kami. Aparat dari FDA langsung mengambil sample dan menelitinya. Jika ditemukan kandungan melebihi ambang batas, pasti direekspor,” kata Green.

Untuk diketahui, selain Amerika Serikat yang belakangan mencekal 4 perusahaan eksportir ikan Jawa Timur, pada tahun 2010 lalu Uni Eropa juga melarang produk perikanan Indonesia masuk ke pasar mereka. suarasurabaya.net

Komentar Pembaca

  1. Saya mengutif dari Mr.Dillon Green, yaitu maslah mutu dan keamanan Pangan, khususnya produk perikanan Indonesia sangat potensial di negara kelautan, yang adan masalah dalam hal kontaminasi dari E.Coli dan Salmonella pada proses pengolahannya, yang menyebabkan tidak memmenuhi persyaratan US-FDA dalam hal mutu keamanan pangan bagi konsumen. Walaupun produk trsebut mengalami proses pendinginan /Frozen.
    Dalam hal ini ada Tehnologi yang direkomendasikan untuk mengatasi hal ini,yaitu dengan teknik Iradiasi yang juga sdh di rekomendasikan oleh BPOM -RI.Saya sudah berpengalami melakukan proses ini dan saya berharap perlu dibangun fasilitas Iradiator dan saya berharap calon Investor dapat kerja sama dalam hal ini.
    Mohon hubungi saya : d_gustam@yahoo.com : D.Gustam; Mobile 08161307703.

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim