Di Kampung Ini Banjir Baru Surut 6 Bulan Lagi

ilustrasi:okezone.com

Lebih dari 20 desa di lima kecamatan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, masih terendam air akibat curah hujan tinggi.

Lima kecamatan yakni Deket, Glagah, Karangbinangun, Kalitengah, dan Turi terendam air akibat luapan sungai-sungai kecil dan anak sungai Bengawan Solo.

Meski sudah berlangsung lebih dari dua pekan, namun ketinggian air masih 20 sentimeter atau setara betis orang dewasa di dalam rumah.

Desa Rayung Gumuk, sebuah desa di Kecamatan Glagah bahkan mendapat julukan Kampung Banjir. Pasalnya di desa ini, air diprediksi baru akan surut antara tiga hingga enam bulan mendatang.

Musyaropah, warga Desa Rayung Gumuk, mengatakan banjir sudah menjadi langganan warga setiap tahun.

Menurut Musyaropah, warga sudah terbiasa menjalankan aktivitas di tengah banjir. Mereka bisa tidur nyenyak meski air bisa naik sewaktu-waktu.

Air merendam rumah, jalan desa, dan sumur sehingga warga terpaksa menggunakan air banjir untuk kebutuhan mandi dan memasak.

Warga berharap pemerintah bisa mengatasi permasalahan banjir yang setiap tahun selalu menjadi momok bagi warga di sekitar aliran anak Sungai Bengawan Solo ini. okezone.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2017. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim