Terumbu Karang di Pesisir Utara Jatim Rusak Akibat Limbah

ilustrasi: selebzone.com

Terumbu karang yang ada di kawasan pesisir utara Jawa Timur, kondisinya sangat memprihatinkan. Ini terjadi akibat adanya limbah industri yang dibuang ke laut tanpa diolah terlebih dahulu.

“Limbah yang terbuang tak diolah dulu, akibatnya laut tercemar,” kata Kabid kelautan, pesisir dan pengawasan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Eriyanto, kepada wartawan di Universitas Brawijaya, Malang.

Menurut Eriyanto, selain faktor pencemaran, kerusakan terumbu karang itu disebabkan oleh limbah, juga karena eksplotasi berlebihan. Data yang ada, 64 persen kerusakan terumbu karang karena penangkapan berlebihan, selebihnya pencemaran, sedimentasi dan reklamasi pantai. “Penangkapan ikan berlebihan juga menjadi faktor kerusakan,” tutur Eriyanto.

Pihaknya berharap, keberadaan industri ikut menjaga lingkungan di sekitarnya, dengan jalan mengolah limbah yang dihasilkan sebelum dibuang ke laut. “Kami harapkan industri meningkatkan kepeduliannya terhadap lingkungan,” harap dia.

Upaya pemulihan ekosistem dalam laut itu telah dilakukan dengan merehabilitasi ekosistem di terumbu karang melalui transplantasi terumbu karang. “Caranya dengan menanam atau mencangkok terumbu karang dan membuat terumbu karang buatan,” sambung Eriyanto.

Ia menambahkan, kondisi terumbu karang yang masih bagus berada di kawasan konservasi laut daerah kepulauan Sumenep.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah bekerjasama dengan Prancis untuk melestarikan terumbu karang di kawasan tersebut. “Dengan Prancis kita lestarikan terumbu karang yang selamat dari kerusakan,” imbuh Eriyanto.

Sementara Kepala sub direktorat jejaring data dan informasi konservasi Kementerian Kelautan dan Perikanan Ahsanal Kakasiah, mengungkapkan, 42 persen terumbu karang di perairan nusantara dalam kondisi rusak berat.

Sedangkan, 23 persen terumbu karang yang kondisinya masih bagus, dan 6 persen sangat bagus. “Cara transplantasi serta pembuatan terumbu karang menjadi upaya perbaikannya untuk menambah luas wilayah konservasi semula 8,3 juta hektare menjadi 10 hektare. Jika terumbu karang pulih, sektor perikanan akan pulih,” ungkapnya. detik.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim