Target Pembangunan Jalan Nasional di Jatim Meleset

ilustras: tugujogjaexpress.blogspot.com

Pembangunan jalan nasional di Jawa Timur selama 2011 masih belum tuntas 100 persen. Alasannya, masih banyak beberapa kendala di lapangan yang dihadapi Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (B2PJN) V, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum.

“Tidak terpenuhinya target fisik hingga 100 persen sepanjang tahun 2011, karena adanya sejumlah kendala,” kata Kepala (B2PJN) V, A G Ismail melalui rilis email yang diterima detikSurabaya.

Realisasi fisik pembangunan jalan nasional di tiga provinsi yang di bawah wilayahnya yakni Jatim, Jateng dan Yogyakarta sebesar 93,96 persen. Untuk di wilayah Jawa Timur, beberapa kendala yang dihadapinya seperti, belum dimulainya pembangunan Fly Over Pasar Kembang Surabaya, akibat adanya permasalahan lahan dengan PT Kereta Api (KA).

Kemudian, terlambatnya pelelangan Fly Over Peterongan di Kabupaten Jombang, yang baru selesai akhir Desember. Serta tidak terserapnya anggaran pembangunan jalan di Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, karena pembebesan lahan belum selesai.

“Kendala lain yang belum terserapnya sisa anggaran limpahan di ruas eks Kecamatan Socah, karena persetujuan revisi DIPA terlambat,” tuturnya.

Jalan di Jatim sepanjang 2.027.005 kilometer (km), yang kondisinya baik 950 km, sedang 895,45 km, rusak ringan sepanjang 143,17 km dan rusak berat sepanjang 37,90 km.

Ismail mengatakan, pemerintah pusat memberikan perhatian khusus tentang pembangunan dan pemeliharaan jalan nasional di tiga provinsi. Anggaran yang dikucurkan selama tahun 2011 mencapai sebesar Rp 3,120 triliun.

“Anggaran tersebut untuk kegiatan pembangunan dan pemeliharaan serta peningkatan di tiga provinsi. Kalau di Jatim anggarannya Rp 1,760 triliun,” terangnya.

Ia menerangkan, untuk tahun 2012 ini, B2PJN V, masih tetap konsentrasi melaksanakan pembangunan, pemeliharaan dan peningkatan kualitas jalan. Untuk daerah di Jatim. Ruas jalan yang menjadi prioritasnya yakni Tuban-Bulu, Bojonegoro-Padangan-Ngawi, Glonggong-Pacitan, Gemekan-Jombang, Pacitan-Sidomulyo-Hadiwarno dan Pacitan-Panggul-Trenggalek.

“Selama tahun 2012, pemerintah pusat akan melaksanakan pembangunan, pemeliharaan dan peningkatan pada sekitar 219 paket jalan dan jembatan. Kalau di Jatim ada 75 paket yang akan kita kerjakan,” ujarnya.

Anggaran yang dibutuhkan pada 2012 ini nilainya sebesar Rp 3,042 triliun. Dari dana APBN sebesar itu, sekitar Rp 1,441 triliun untuk pembangunan, pemeliharaan dan peningkatan kualitas jalan di Jawa Timur.

“Saat ini proses pelelangan sudah mencapai tahap Anwijzing (penjelasan pekerjaan). Pengumuman pemenang baru akan diketahui sekitar pertengahan Februari,” jelasnya.

Ia menambahkan, lelang 219 paket dilakukan lebih awal. Hingga periode 2 Januari 2012, sudah 205 paket dilelang dan 14 paket masih menunggu finalisasi desain.

“Kita sengaja lelang setiap tahunnya dilakukan lebih awal, agar kondisi jalan segera baik dan lalu lintas kembali lancar. Selain itu, pengerjaan jalan bisa dilakukan sebelum puncak musim penghujan, sehingga saat musim penghujan kondisi jalan sudah membaik,” jelasnya. detik.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2018. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim