Situasi di Karang Gayam Sampang Berangsur Membaik

Aparat dari Polres Sampang saat melakukan penyisiran

Situasi di Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben dan di Desa Bluuran, Kecamatan Karangpenang, Sampang, Madura, Kamis, berangsur membaik, setelah sempat memanas pada Selasa (17/1).

“Tapi meski situasi sudah membaik, petugas gabungan dari Brimob Polda Jatim dan Polres dibantu personel TNI dari Kodim 0828 Sampang, masih bertugas melakukan pengamanan disana,” kata Kepala Bagian Operasiona (Kabag Ops) Polres Sampang, Kompol Danuri, di Sampang, Kamis (19/1) kemarin.

Ia menjelaskan, ada sebanyak 225 personel Brimob Polda Jatim yang saat ini bertugas melakukan pengamanan di lokasi konflik di Desa Karang Gayam dan Desa Bluuran.

Danuri mengatakan, mereka akan bertugas hingga beberapa hari ke depan hingga situasi benar-benar dinyatakan aman.

Sementara meski situasi sudah dinyatakan membaik, namun sejumlah warga masih mengaku khawatir untuk beraktivitas di luar rumah. Mereka masih memilih tinggal di rumahnya masing-masing.

“Soal sudah berulang kali polisi menyatakan aman, buktinya masih saja ada penyerangan. Kami ragu dengan pernyataan polisi,” kata penasihat kelompok Islam Syiah Iklil Almilal.

Konflik yang terjadi di Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, dan Desa Bluuran, Kecamatan Karangpenang,Sampang ini merupakan konflik bernuansa SARA.

Kebanyakan masyarakat di dua desa ini tidak setuju dengan keberadaan kelompok Islam Syiah dan dinilai kelompok Islam itu merupakan aliran sesat. Konflik bernuansa SARA antara kelompok Syiah dengan kelompok lain di dua desa di Kabupaten Sampang ini awalnya terjadi pada 29 Desember 2011. Sebanyak 351 warga dari kelompok Syiah terpaksa harus diungsikan karena diancam akan dibunuh.

Evakuasi dilakukan setelah kelompok penyerang sebelumnya melakukan pembakaran madrasah, mushalla dan rumah pengikut Syiah dengan alasan mereka beraliran sesat.

Pada 12 Januari 2012, pengungsi Syiah dipulangkan ke kampung halamannya di Desa Karang Gayam dan Desa Bluuran atas jaminan keamanan dari pemkab dan Polres Sampang. Setelah situasi benar-benar dinyatakan aman, Polres Senin (16/1) lalu menarik petugas keamanan yang berjaga-jaga di dua desa itu.

Akan tetapi pada Selasa (17/1) malam, situasi kembali memanas dan sekelompok massa kembali menyatroni pemukiman kelompok Syiah di Dusun Nanggernang, Desa Karang Gayam. (ant)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim