Kamis, 2 Oktober 2014

Melepas Kepenatan di Pantai Delegan Gresik

ilustrasi: kompas

Menikmati liburan bersama kerabat atau teman, tanpa perlu mengeluarkan biaya besar, obyek Wisata Segara Indah Delegan di Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, tempatnya. Hamparan pasir putih diiringi lenggak-lenggok ombak dapat mengusir kepenatan para turis setelah menempuh perjalanan 40 kilometer dari Kota Gresik.

Bagi Isminarti (45), warga Surabaya, liburan ke Wisata Segara Indah Delegan (Wisid) terasa asyik untuk bersantai bersama keluarga. Pada akhir Desember lalu, bersama suami dan tiga anaknya, mereka betah berlama-lama di pantai itu.

”Tekstur pasirnya lembut. Ombaknya juga tidak begitu besar sehingga aman buat anak-anak yang suka bermain hingga ke bibir pantai. Bahkan, berenang agak ke tengah,” katanya.

Agus, pengunjung lain, juga mengajak anaknya ke Pantai Delegan untuk menumbuhkan rasa cinta anaknya pada laut. Menurut dia, berwisata ke obyek wisata itu dari segi biaya sangat murah. Namun, manfaatnya besar.

”Selama di pantai, kami sekeluarga bisa membangun kebersamaan, apalagi anak tunggalnya senang berenang di laut. ”Bagi keluarga dengan kondisi ekonomi pas-pasan, piknik di pantai ini cocok karena bisa rileks, sehingga pikiran kembali segar,” ujarnya.

Sejumlah pengunjung, terutama anak-anak, memilih bermain pasir dengan membuat istana pasir, menimbun kaki pakai pasir putih dan halus. Sebagian lagi berenang menggunakan pelampung atau bahkan ban serta menggunakan ayunan ombak dengan kano dan perahu nelayan.

Pantai Delegan ramai pengunjung pada musim liburan atau setiap akhir pekan. Sebanyak 60 persen pengunjung wisatawan lokal Gresik dan 40 persen pengunjung dari luar kota.

Selama 2010, jumlah pengunjung mencapai 53.000 orang, dan hingga akhir Desember 2011 jumlah pengunjung sebanyak 60.000 orang.

Manajer Pengelola Wisid Muzaroddin menyatakan, daya tarik obyek wisata itu karena mudah dijangkau dan murah. Pengunjung bisa menikmati hamparan pasir putih dan deburan ombak sambil membaringkan diri beralaskan tikar.

Wisatawan yang ingin bermain ombak bisa menyewa ban dengan tarif Rp 3.000 sampai Rp 7.000, dan digunakan sepuasnya karena tidak ada batasan dari penyewa.

Tiket masuk ke kawasan pantai pun cuma Rp 3.000 (anak- anak) dan Rp 4.000 untuk dewasa. Ketika liburan sekolah, harga tiket masuk menjadi Rp 5.000 per orang.

Sejak 2007, wisata pantai dikelola desa sehingga memberi kontribusi pada pendapatan asli desa (Pades). Muzaroddin menyebutkan, pada 2010 kontribusi Wisid ke pendapatan daerah asli daerah (PAD) Gresik sebesar Rp 750 juta dan 2011 diperkirakan Rp 825 juta. ”Nilai itu belum dipotong pajak dan retribusi ke Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Gresik dan biaya operasional,” ujarnya.

Menurut Muzaroddin, yang juga Kepala Desa Delegan, saat liburan sekolah, hari raya, dan akhir tahun, Pantai Delegan selalu ramai pengunjung. Jumlahnya bisa mencapai 13.000 orang.

Tambah wahana

Awalnya kawasan wisata itu dikelola oleh perorangan. Baru pada 2007 desa terlibat, dan secara bertahap manajemen disempurnakan. Pengelola tak sekadar menjual keelokan pantai, tetapi juga menambah beberapa wahana bermain.

Kini, Wisid menjadi tempat wisata alternatif karena lokasinya relatif strategis, berada di jalur wisata ziarah wali mulai dari Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim di Gresik, Sunan Drajat di Lamongan, hingga Sunan Bonang di Tuban. Pengunjung Wisid didominasi dari Gresik, Lamongan, Sidoarjo, dan Surabaya.

Keberadaan obyek wisata pantai Delegan benar-benar mampu mendongkrak ekonomi desa dan pendapatan warga sekitar. Pengunjung yang semakin ramai, terutama pada musim liburan, meski mayoritas turis domestik, cukup mampu mendongkrak ekonomi warga sekitar.

Meski demikian, memang masih ada beberapa sarana terutama di sekitar pantai yang belum ditata secara baik. Pemkab Gresik pernah menggagas kawasan wisata itu disulap jadi Pusat Wisata Bahari dan Bumi Perkemahan Padang Bulan, termasuk mereklamasi sebagai areal pantai.

Namun, hingga kini rencana itu masih sekadar wacana. Padahal lokasinya berdampingan dengan tempat pelelangan ikan. Artinya, daya tarik pantai tak hanya pasir putih dan deburan ombak, tetapi juga wisatawan bisa menikmati ikan segar hasil tangkapan nelayan.

Tetap merakyat

Penduduk Delegan berharap kawasan pantai tetap sebagai tempat piknik keluarga yang merakyat dan terjangkau semua kalangan masyarakat. Kini ada kekhawatiran, jika Wisid dikelola dan dikuasai pemilik modal, melancong ke Pantai Delegan tak semurah dan semudah sekarang.

Apalagi ada beberapa rencana untuk mengembangkan obyek wisata itu tanpa keterlibatan Pemkab Gresik. Warga Desa Delegan bahkan mulai mengembangkan kawasan menjadi desa wisata.

Pada 2012 direncanakan kawasan itu disulap dengan sebuah konsep terpadu antara wisata perbukitan, waduk, dan pantai. ”Pengunjung yang ingin menggelar pelatihan di luar ruang atau outbound tinggal memilih lokasi, perbukitan, waduk dekat persawahan, atau pantai,” ujar Muzaroddin.

Masyarakat Desa Delegan berharap pemerintah daerah hanya memberikan bantuan fasilitas sarana dan prasarana sehingga warga tetap bisa berpartisipasi dalam pengelolaan.

Ramainya pengunjung juga menjadi berkah bagi pemilik ban, pemilik perahu untuk mengelilingi pinggir pantai, atau sekadar berenang. Paling tidak satu pemilik ban bisa menyewakan sedikitnya 30 ban per hari.

Pengelola berbagai sarana untuk disewakan kepada turis juga terus menambah berbagai fasilitas, seperti perahu jenis kayak dan kano, dan flying fox (berseluncur dengan tali).

Sarana berseluncur sepanjang 60 meter dengan lebar 8 meter, untuk menguji adrenalin, sangat diminati anak-anak dan remaja. Tak kurang dari 50 orang menggunakan sarana ini, terutama pada akhir pekan.

Pantai Delegan sepertinya menarik untuk dikunjungi, apalagi tak butuh dana besar. Berbagai sarana bermain atapun sekadar menguji adrenalin juga terjangkau, tanpa harus merogoh kantong lebih dalam.

Apalagi warga setempat juga mulai banyak yang membuka warung sederhana, dengan menu utama ikan bakar, hasil tangkapan nelayan pada hari itu juga. Deburan ombak juga bisa menambah nikmatnya menyantap ikan gurih di pinggir pantai.

Piknik ke Pantai Delegan benar-benar dapat melenyapkan kepenatan, apalagi tiket masuk serta biaya sewa-menyewa berbagai peralatan tak terlalu mahal. Tidak ada salahnya kita mencoba berwisata religi ke Gresik, dan mampir di pantai yang berjarak sekitar 60 kilometer dari Kota Surabaya ini. kompas.com

21 Komentar Pembaca

  1. kenapa pantai delegan sekarang airnya tak hijau kayak saya ke pantai delegan waktu pertama kali kesana

    • kejernihan air di wisid dipengeruhi oleh besar kecilnya ombak pada bulan bulan tertentu angin bertiup sangat kencang sehingga ombak menjadi besar. dengan adanya ombak yang besar maka pasir di dasar akan naik sehingga air laut menjadi keruh

  2. Kemarin hari Minggu tanggal 22 Januari 2012, Saya dan teman Saya dari Pantai Wisid, pemandangan di pantai Wisid begitu menakjubkan, apalagi kita dapat melihat begitu indah pantai dari daerah Jawa Timur yaitu daerah Gresik, dua kata untuk Pantai Wisid: “Amazing & Eksotis:)

    • apa lagi kalau melihat terbit dan terbenamnya matahari suasan akan lebih menjadi exotis sekali

  3. benar memang pantai delegan airnya tidak bisa jernih,di karena
    sepanjang pantai pantura adalah gunung kapur jadi air laut sepanjang pantura agak coklat kekuining kuningan ya kurang bisa seperti di pasir putih paiton yg jernih berkilau,tapi karena letak
    nya mendekati surabaya ,yang membutuhkan waktu 1 jam jadi saya sering kesana untuk bermain jetski disana.karena hobi
    ini jadi sering kesana .Tapi ada beberapa hal yang saya alami
    disana ,Pertama tama ada tempat rekreasi yang dibatasi jam berkunjung nya ,karena saya pernah mobil saya selip dipantai
    tidak kunjung keluar jadi saya dikunci didalam ,saya pikir ini tempat wisata yang tidak mungkin maju karena orang yang bekerja disana tidak bisa menghortmati orang lain ,siapa yang mau investasi??paling ya begini begini aja sampai besok.
    ke Dua berkunjung kesana lagi ,ada kejadian aneh lagi katanya
    jetski kita nabrak jaring mereka jadi harus ganti rugi karena jaringnya koyak.saya suruh menunjukan yang koyak yang mana pak dia bilang disana yang tengah laut.saya bilang bapak jangan seperti itu tempat bapak ini kan tempat wisata kalau seperti ini kapan bisa maju kayak bali ,kenapa bali bisa
    maju karena penduduk nya menghargai para turis yang berkunjung sampai sampai orang orang bule merasa aman disana,dan investasi berdatangan .
    pengalaman ke tiga ini baru beberapa hari kejadiannya ketika itu saya baru beli jetski standing yang mengendarainya sulit mudah roboh,kalau jetski yang besar kita diharapkan bermain di areal agak tengah ya gak masalah karena meskipun pemula
    kan tidak mudah terbalik. tapi kalau yang standing kita mainnya harus dari yang dangkal karena masih belajar.
    eh tidak berapa berselang datang seorang pegawai tempat wisata situ yang biasa orang nya teriak teriak dipengeras suara saya pikir kenapa bilang kesana pengunjung pada ketakutan kalau tidak bisa ketengah tidak usah dilanjutkan,
    saya pikir ngotot ngomong sama orang tidak mengerti juga percuma.padahal disana pengunjung pada mengerubung liat dan pada mau sewa karena kan pingin dan tidak perna lihat langsung, masak mereka pada mau coba kok ketakutan ,ya di situlah cara pantai delegan mulai perhatikan pelayanannya.biar lebih maju dan para investor masuk saya pikir bisa maju,tapi kalau penanganannya orang orang masih seperti itu jangan berharap bisa maju seperti kota Batu Jatim park,Batu Night spectakuler,jatim park 2,ada kusuma agro wisata ,Klub bunga.

    saya kembali kemasalah standing jetski ,pada waktu itu ada seorang marinir dateng tanya mau rental/sewa saya bilang untuk pakai sendiri ,tapi kalau bapak mau coba pakai aja tapi sulit saya bilang begitu kalau mau ya cara muda ya tidur aja
    setelah dicoba rupanya terpikat ,langsung dikebut ditempat yang ramai pengunjungnya saya hati hati banyak orang berenang dia bilang beres.yang anehnya dari kantor pantai delegan kok tidak marah kayak tadi padahal sekarang malah
    dikebut kebut dipinggir pantai.ya kalau bijak tidak begitu dalam
    benak saya.

    semua ini hanya demi membangun dan membuat lebih baik alam yang sudah diberikan Tuhan .biar pantai indah delegan bisa lebih bijak menyingkapi ini .

    Wassalam

    Ronald

    • komentar ap curhat.
      panjang bagetz…..

      ngomg2 PP jd inget msa SMA tiap plg kul psti k c2.
      nongkrong ma temn2.

    • biasalah..simiskin iri sama si kaya…
      si buruk rupa iri sama si cantik…
      biasanya mereka minta ‘dingisori’ atau kalau masih gak bisa…mintanya uang…

  4. Terima kasih buat para pembaca untuk meluangkan waktunya memberi komentar, kritik serta saran di website ini, semoga website ini bisa menjadi ajang untuk mempromosikan potensi-potensi yang ada di daerah.

  5. menurut aku keamananya didalam pantai,parkir,MAMINYA harganya tdk nyekik biar masyarakat kecil bisa krasan disana…ok

  6. Uda waktunya Pantai Delegan dikelola dgn baik oleh Pemda Kab. Gresik, agar peziarah wisata religi Wali Songo yang dari Jakarta juga bisa menikmati Tadabbur alam di pantai tersebut.

  7. delegan memang tempat rekreasi yang asyik untuk berlibur kluarga ,,, maka dari it untuk melepas penat terkadang saya beserta keluarga menghabiskan waktu bersenang senang d sana…. semoga pantai delegan menjadi sarana wisata yg tetap asyik spanjang masa…. ^_*

  8. pantai di pantura ombaknya memang tidak sebesar di pantai selatan….jadi asyik buat bermain di pantai bersama anak2…

  9. Saya minta pegawai wisid diperhatikan suruh menghargai orang lain sopan santun dan berbudi bahasa .
    dan pikirkan penanggulangan hakisan pantai
    .

  10. Pantai Delegan memang cukup indah. Namun sayang belum dikelola secara profesional. Apabila pantai ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana yg memadai, insya Allah, pengunjung akan banyak bertambah. Misalnya, wahana untuk bermain anak2, penginapan, ruang untuk pertemuan2 (meeting) dll. Selain itu juga perlu ada angkutan umum (mobil lin, ojek, dokar, dan sejenisnya) dari perempatan Prupuh – Pantai Delegan PP. Tidak hanya itu. Petugas kebersihan hrs bertugas secara maksmal, kalau tidak, lima tahun lagi pantai itu akan tercemar. Oh ya.., harga makanan dan minuman yg wajar2 ajalah. misal, dawet siwalan di luar kan hanya Rp 2.500, di sekitar tempat wisata Rp 5.000,00.Kalo harga2 itu wajar pengunjung akan ketagihan ke Pasir Putih Delegan. Pemandangannya indah, makanannya wajar dsan murah meriah. Gitu lhoh

  11. Pantai dlegan asik lho pacaran.kikkkk

  12. aku pengen ke sana tapi gak tau jalanya dari surabaya ke delegan kasih tahu ? cepetan

  13. sya jg pngen ke sana,,,,,,.

  14. pantai delegan bagus sebenarnya sayang mereka tdk mau diurus lbh profesional. m
    ales dtg lg krn sktr pantai kotor bau.

  15. Memang pengelolaan kurang profesional, kotor, terlalu banyak remaja pacaran jd kurang baik untuk keluarga(anak2) seharusnya pihak pengelola mengingatkan apabila ada yg berduaan secara keterlaluan di kawasan sarana umum, apalagi gresik kan kota santri katanya

  16. kalo ke wisid dari arah kec. glagah lewat rute jalan mana ya..??

  17. klo dari surabaya ke sana naik kendaraan umum ada gk y? klo ada naik apa aja

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2014. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim