500 Rumah di Nganjuk Terendam

ilustrasi: detik.com

Banjir bandang kembali menerjang permukiman penduduk di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Lebih dari 500 rumah terendam air setinggi lutut orang dewasa.

Banjir kali ini terjadi di Desa Sumengko, Kecamatan Sukomoro, Nganjuk. Tingginya curah hujan yang mengguyur seharian membuat debit air Sungai Sumengko meningkat. Menjelang petang, air mulai memasuki rumah warga dan menenggelamkan semua perabotan. “Sejak tadi malam kami berjaga-jaga kalau air membesar,” kata Sugeng, salah satu warga, Minggu, 15 Januari 2012.

Banjir seperti ini, menurut dia, terjadi setiap musim hujan tiba. Berbagai upaya dilakukan warga untuk mencegah meluapnya sungai. Namun tingginya curah hujan yang membawa air dari gunung membuat Sungai Sumengko tak mampu menampungnya.

Hingga pagi ini warga masih belum mengembalikan perabotan rumah ke tempat semula. Mereka khawatir banjir susulan akan kembali menerjang desa itu.

Jasmani, perangkat Desa Sumengko, mengatakan sekitar 550 rumah di lima rukun warga terendam air. Petugas Tanggap Bencana dan TNI sejak tadi malam berjaga-jaga di desa itu untuk membantu evakuasi. “Mereka disiagakan karena khawatir banjir susulan,” kata Jasmani.

Informasi yang diterima Tempo menyebutkan banjir ini disebabkan penebangan liar yang terjadi di Gunung Wilis. Gundulnya kawasan hutan menjadi ancaman bencana bagi warga Nganjuk setiap musim hujan tiba.

Ancaman serupa juga dialami warga di lereng Wilis lainnya. Ribuan warga di Kecamatan Mojo dan Banyakan, Kabupaten Kediri, mewaspadai longsor yang terjadi tiap musim hujan. Meski sudah dibangun plengsengan penahan material tanah di lereng, longsor tetap terjadi dan memutuskan akses jalan. “Kami meminta warga di sana berhati-hati,” kata Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Kediri Edhi Purwanto. tempo.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim