Beras Kerek Inflasi Jatim 2011 Jadi 4,09%

ilustrasi

Kenaikan harga beras, rokok keretek dan emas perhiasan selama satu tahun terakhir menjadi pemicu utama tingginya laju inflasi Jawa Timur selama 2011. Dalam catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur (Jatim), laju indeks harga konsumsi (IHK) alias inflasi Jatim 2011 mencapai 4,09%. Angka itu di atas rerata inflasi secara nasional yang hanya 3,79%.

Laju inflasi tersebut lebih rendah dibanding tahun 2007 yang mencapai 6,48%, tahun 2008 sebesar 9,66% dan pada tahun 2010 sebesar 6,96%.

“Ada beberapa komoditas yang menjadi pemicu utama dalam pergerakan inflasi selama 2011 kemarin. Yang paling utama adalah kenaikan harga beras, rokok keretek dan emas perhiasan,” ungkap Kepala BPS Jatim, Irlan Indrocahyo di Surabaya, Senin (2/1/2012).

Selain kenaikan harga tiga komoditas tersebut, beberapa komoditas yang menjadi pemicu tingginya laju inflasi selama 2011 adalah rokok keretek filter, biaya sekolah, daging ayam ras, sepeda motor, sewa rumah dan upah pekerja rumah tangga.

Sementara sepuluh komoditas harganya relatif menurun dan telah menekan laju inflasi sepanjang tahun 2011 adalah cabe rawit, bawang merah, bawang putih, cabe merah, apel, gula pasir, terong panjang, biaya telephon, daun bawang dan cumi-cumi.

Sementara sepanjang 2011, Jatim mengalami sembilan kali inflasi dan tiga kali deflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada Agustus sebesar 0,93% akibat adanya momen lebaran. Sementara inflasi terendah terjadi di bulan Mei sebesar 0,03%.

Adapun deflasi terjadi di bulan Maret sebesar 0,03%, April 0,44% dan bulan Oktober seflasi 0,16%. Tingginya deflasi di bulan April dipicu oleg besarnya penurunan harga berbagai komoditas, diantaranya harga cabe rawit, bawang merah, telur ayam ras, daging ayam ras, cabe merah, beras, minyak goreng, gula pasir dan bandeng.

“Kalau dilihat dari daerahnya, Surabaya ternyata yang mengalami inflasi tertinggi selama 2011, yaitu sebesar 4,72%, disusul Sumenep 4,18%, Tuban 4,16%, Malang 4,05%, Probolinggo 3,78%, Kediri 3,62%, Tulungagung 3,60%, Madiun 3,49%, Banyuwangi 3,01%, dan terendah Jember sebesar 2,43%,” terang Irlan.

Terkait laju inflasi Jatim pada bulan Desember 2011, ia mengatakan mencapai 0,57%. Angka ini lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 0,47%.

“Pada bulan Desember kemarin, seluruh komoditas mengalami kenaikan kecuali komoditas sandang mengalami penurunan 0,30%. Sementara komoditas pangan naik 1,92%. Hal ini ditengarai adanya momen natal dan tahun baru,” ujarnya.

Adapun beberapa komoditas yang memicu laju inflasi adalah kenaikan harga tomat sayur, cabe rawit, beras, telur ayam ras, daging sapi, daging ayam, cabe merah, ikan mujaer, rokok keretek dan kepiting.

Sedangkan beberapa komoditas yang menekan laju inflasi diantaranya adalah emas perhiasan, bawang merah, kepiting rajungan, apel dan pisang. kabarbisnis.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim