Alat Pemantau Banjir Lahar Gunung Semeru Dicuri

ilustrasi: tempo.com

Seperangkat alat pemantau banjir lahar dingin Gunung Semeru di Pedukuhan Besuk Konokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa, 20 Desember 2011, hilang dicuri orang.

Pencurian alat berupa repiter dilakukan dengan merusak gembok pos tempat penyimpanannya. Peralatan tersebut dilengkapi lima buah Accu merk Yuasa 1004, satu buah stafol, 15 meter kabel arde serta 15 meter kabel antena. ”Kehilangan peralatan tersebut akan menyulitkan pemantauan lahar dingin Gunung Semeru. Apalagi saat ini inetsitas hujan semakin tinggi,” kata Pejabat Pembuat Komitmen Pengendalian Lahar Gunung Semeru, Chairul Kustaal kepada Tempo.

Menurut Kustal, pihaknya memiliki tiga repiter yang ditempatkan di tiga daerah aliran sungai (DAS). Adapun perangkat yang hilang yang berada di DAS Besuk Kobokan.

Aktivitas pemantauan saat ini hanya mengandalkan peralatan yang dimiliki Pos Pemantauan Gunung Api Gunung Semeru di Gunung Sawur, Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro. “Padahal dengan repiter kami bisa lebih cepat menginformasikan setiap situasi sehingga bisa segera diantisipasi,” ujarnya.

Beberapa waktu lalu juga pernah terjadi pencurian alat asrupa. Secara tak terduga repiter yang hilang ditemukan di pasar loak di Surabaya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Rochani, menjelaskan kerugian akibat hilangnya peralatan itu berkisar Rp 7 juta. “Tidak banyak. Tetapi peralatan itu sangat penting fungsinya,” ucapnya.

Berkaitan dengan semakin tingginya curah hujan serta aktivitas Gunung Semeru, Pemerintah Kabupaten Lumajang menetapkan enam kecamatan masuk dalam zona merah bahaya lahar dingin Gunung Semeru.

Enam kecamatan tersebut adalah Kecamatan Pronojiwo, Tempursari, Pasirian, Candipuro, Pasrujambe dan Kecamatan Tempeh. Wilayah enam kecamatan itu dilalui tiga alur utama aliran lahar dingin Gunung Semeru, yakni DAS Mujur, DAS Glidik dan Das Rejali. Ribuan jiwa dari 26 desa di enam kecamatan itu menjadi sasaran terjangan banjir lahar dingin. tempo.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim