Soekarwo: Jadikan Sampah Sumber Ekonomi

ilustrasi: dwicahyalingga023.wordpress.com

Gubernur Jawa Timur Soekarwo meminta masyarakat menjadikan sampah sebagai sumber ekonomi sehingga sampah mampu meningkatkan ekonomi kerakyatan.

Hal tersebut dikatakan Soekarwo, usai meresmikan Desa Mandiri Energi Pro Iklim di Tempat Pengolahan Sampah Akhir (TPSA) Talangagung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

“Sampah yang ada di masyarakat kini bukan lagi penyakit, sebab sampah itu bagus karena saat ini sudah mempunyai bank sampah. Dimana keberadaanya bisa mengangkat ekonomi masyarakat kecil,” kata Soekarwo.

Soekarwo mengatakan, dengan adanya Desa Mandiri Energi di TPSA Talangangung, Kepanjen, yang baru diresmikan merupakan bukti sampah bukanlah penyakit bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, dalam Desa Mandiri berbasis sampah, keberadaan sampah akan diolah sehingga menjadikan sesuatu hal yang positif, sehingga permasalahan sampah dari masyarakat akan sangat menguntungkan.

Dalam kesempatan itu, Soekarwo juga memperkenalkan Pasukan Kenduri Agung Pengabdi Lingkungan (Kapal) dari seluruh Jawa Timur yang merupakan gerakan masyarakat dalam pengelolaan dan pelestarikan lingkungan hidup.

“Tujuan Kapal ini adalah mensinergikan apa yang akan, sedang dan dilakukan oleh berbagai komponen masyarakat dalam gerakan lingkungan hidup di Jawa Timur. Salah satunya, mengkonversikan sampah dari masyarakat menjadi ekonomi kerakyatan yang berpotensi menghasilkan keuntungan materi,” katanya.

Dengan adanya pasukan Kapal tersebut, akan bermanfaat bagi masyarakat serta menguntungkan dan mampu mengankat ekonomi masyarakat pedesaan.

“Tugas pasukan itu adalah mensinergikan para pengabdi lingkungan dan membuat kantong-kantong sampah di Jawa Timur menjadi kekuatan dan kesatuan masyarakat yang signifikan,” katanya.

Sementara itu, dalam kegiatan itu, Soekarwo juga memberikan bantuan berupa alat pengolahan sampah terpadu, genset, kompor bio gas, alat pembuat pupuk organik dan juga gerobak sampah pada seluruh kota dan kabupaten di Jatim melalui sejumlah perwakilan.surabayapost online

Komentar Pembaca

  1. Saatnya Jawa Timur dipimpin oleh kaum muda yang tidak tnokrntamieasi birokrasi yang hanya menguntungkan pejabat.Calon pemimpin yang menggunakan kekuatan arogansi birokrasi sanagt tidak layak untuk dipilih menjadi Gubernur.Di Lamongan, birokrasi dijadikan sebagai alat untuk intimidasi untuk memenangkan salah satu calon. Siapa itu ? tentu masyarakat sudah tahu!

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2020. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim