2012, Jatim kejar investasi Rp220 triliun

ilustrasi

Kinerja ekonomi Jawa Timur kian dioptimalkan. Berharap bisa mencapai pertumbuhan sebesar 7,5% pada tahun 2012, Jatim menargetkan adanya investasi baru di kisaran Rp220 triliun.

“Kalau kita menargetkan pertumbuhan Jatim 2012 sebesar 7,5%, maka kita harus bisa menggaet investasi sebesar Rp220 triliun. Angka itu terdiri atas investasi baru, modal kerja perusahaan, dan didukung oleh pembelian barang modal dari belanja pemerintah,” ujar Gubernur Jatim Soekarwo usai membuka Seminar Prospek Peningkatan Investasi di Jawa Timur bagi Atase Ekonomi KBRI dan Kedutaan Besar Negara Sahabat di Hotel Bumi Surabaya.

Soekarwo mengatakan, investasi di Jatim menjanjikan imbal hasil yang lebih menarik karena mempunyai efisiensi lebih tinggi dibanding provinsi atau kawasan lain. Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Jatim hanya 3,2; di bawah rata-rata ICOR nasional sebesar 4,9. ICOR adalah indikator yang menunjukkan besarnya tambahan kapital (investasi) baru yang dibutuhkan untuk menambah satu unit output.

“Malaysia saja ICOR-nya 3,7, masih lebih tinggi dibanding Jatim. Artinya investasi di Jatim lebih efisien. Ilustrasinya, kalau Anda bangun satu unit pabrik, hanya perlu tambahan modal 3,2 di Jatim. Tapi kalau di Malaysia butuh 3,7; secara nasional butuh 4,9. Apa lagi yang kurang menarik?” kata Soekarwo.

Angka investasi di kisaran Rp220 triliun itu sendiri didapat dari perkalian antara ICOR 3,2, target pertumbuhan 7,5%, dan asumsi Produk Domestik Bruto (PDRB) Jatim 2011 sebesar Rp900 triliun. PDRB Jatim atas dasar harga berlaku hingga triwulan III/2011 mencapai Rp657,815 triliun. BPS Jatim sendiri sudah menyatakan, jika di triwulan IV/2011 pertumbuhan Jatim di atas 7,2%, PDRB Jatim 2011 bakal tembus di angka Rp900 triliun.

Khusus untuk investasi langsung yang masuk, menurut Soekarwo, ditargetkan bisa mencapai Rp140 triliun. Sementara untuk meningkatkan pembelian barang modal, harus dengan mengubah pola konsumsi masyarakat, dari konsumsi yang tidak produktif menjadi konsumsi produktif.

“Contohnya, membeli sepeda motor untuk distribusi barang yang dijual atau beli kulkas untuk jual es. Langkah ini juga akan meningkatkan kinerja usaha kecil menengah kita,” katanya.

Selain itu, belanja pemerintah juga akan didorong untuk tidak dihabiskan hanya untuk belanja pegawai, akan tetapi juga belanja barang untuk modal.

Terkait realisasi investasi yang masuk Jatim di tahun ini diperkirakan bakal tembus di angka Rp110 triliun. “Tahun ini investasi sangat bagus. Sampai September, total investasi yang masuk Jatim sudah mencapai Rp83 triliun. Hingga akhir 2011, saya perkirakan bakal mencapai diangka Rp110 triliun. Yang sekarang sedang kami kejar adalah mempercepat izin realisasi,” ujarnya.

Untuk itu, Pemprov Jatim akan berupaya memberikan bantuan untuk kemudahan realisasi investasi dengan memperjelas time table perijinan melalui pengurusan ijin satu atap.

“Apa kekurangannya, itu akan kami bantu, time table yang jelas. Namun khusus untuk gas, saya tidak bisa menjawab karena memang Jatim sedang mengalami krisis gas,” tegasnya.

Soekarwo menambahkan, Jatim saat ini ibarat gadis cantik yang dilirik banyak kalangan. Selain potensi sumberdaya alam, baik migas maupun pertambangan, Jatim juga ditopang oleh pasar yang besar dengan jumlah penduduk lebih dari 37 juta jiwa. Pendapatan per kapita Jatim terus meningkat dan ditargetkan mencapai US$3.500 pada 2013. “Pasar yang besar dan berkualitas karena pendapatan per kapitanya tinggi ini menjanjikan bagi investor,” ujar Soekarwo. kabarbisnis.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim