Jatah Premium Jatim Tinggal 11 Hari

ilustrasi: mediaindonesia.com

Tidak terkendalinya penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di seluruh Indonesia, termasuk di Jawa Timur (Jatim), mengakibatkan kuota atau jatah premium kian menipis.

Di Jatim, per 30 November, tercatat penyaluran premium oleh PT Pertamina untuk wilayah Jatim sudah mencapai 3.221.265 kiloliter dari total kuota APBN-P 2011sebesar 3.405.765 kiloliter atau sekitar 94.6%. Sementara sisa kuota yang ada hanya tinggal 5,4% atau sekitar 184.500 kiloliter. Padahal konsumsi premium Jatim rata-rata mencapai 9.500 kiloliter per hari.

Artinya, kuota premium untuk Jatim per tanggal 30 November hanya tinggal 19 hari. Jika dihitung per hari ini, Kamis (8/12/2011), maka kuota hanya tinggal 11 hari lagi.

Kondisi yang sama juga terjadi untuk alokasi solar. Per tanggal 30 November, penyaluran solar di wilayah Jatim sudah mencapai 1.690.244 kiloliter dari total kuota APBN-P 2011 sebanyak 1.767.290 kiloliter atau sekitar 95.6%. Sehingga kuota yang tersisa hanya tinggal 4,4% atau sekitar 77.046 kiloliter. Sementara konsumsi solar Jatim mencapai 4.500 kiloliter per hari.

Jika diambil rata-rata, maka alokasi solar untuk Jatim per tanggal 30 November hanya tinggal 17 hari. Dan per hari ini hanya tinggal 9 hari saja. Namun untuk mencegah munculnya gejolak di masyarakat, Pertamina akan tetap menyalurkan BBM sesuai kebutuhan.

“Walaupun kuota premium dan solar hanya tingga sedikit, kami akan tetap menyalurkan sesuai kebutuhan masyarakat. Sementara mekanisme penggantian subsidinya seperti apa itu tergantung dari pusat. Kami hanya bertugas menyalurkan,” kata Assistant Customer Relation-External Relation

Fuel Retail Marketing Region V PT Pertamina (Persero), Rustam Aji, di Surabaya.

Masih tingginya konsumsi BBM subsidi salah satunya karena peningkatan jumlah kendaraan bermotor yang cukup signifikan.

Selain itu, demi menjaga BBM bersubsidi agar tidak melebihi kuota hingga akhir 2011 dan tetap tepat sasaran, Pertamina menghimbau kepada masyarakat untuk menggunakan BBM Bersubsidi sesuai kebutuhan, dan mulai beralih untuk menggunakan Bahan Bakar Khusus (BBK) Non-Subsidi.

“Dalam penyalurannya, kami akan melakukan pengawasan superketat dan terus berkoordinasi dengan aparat pemerintah dan pihak yang berwajib agar BBM bersubsidi dapat disalurkan tepat sasaran,” katanyan.

Sebab, potensi penyelewengan BBM subsidi masih tetap ada sepanjang disparitas harga antara BBM subsidi dan non subsidi sangat besar.

Terkait stok BBM di Jatim masih cukup aan. Stok BBM di enam lokasi, yaitu Terminal BBM Surabaya Group, Tuban, Malang, Madiun, Tanjung Wangi, dan Camplong dalam jumlah yang cukup. “Stock yang tersedia pada hari ini mampu mencukupi kebutuhan lebih dari 20 hari, dan secara kontinyu akan terus dipertahankan di level aman, khususnya menjelang Natal 2011 dan Tahun Baru 2012 nanti,” tegasnya.kabarbisnis.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim