Muncul Semburan di Dekat Lapangan Sukowati

ilustrasi: tanahtanah.com

Sejumlah semburan gelembung udara kecil yang diduga gas muncul di persawahan warga di Desa Campurejo, Kecamatan Kota, Bojonegoro yang jaraknya hanya sekitar 1 kilometer dari lapangan minyak Sukowati yang dikelola Pertamina-Petrochina East Java (PPEJ).

“Munculnya gelembung udara di sawah ini, sudah diketahui warga tiga hari yang lalu, semakin lama membuat warga tertarik untuk datang menonton,” kata Ketua RT 22 RW 2 Desa Campurejo, Prapto di sekitar lokasi munculnya semburan gelembung udara di persawahan warga setempat, Jumat (2/12/2011).

Ia menyebutkan, di sawah milik Moch. Muri, terdapat 18 titik yang menjadi lokasi munculnya semburan yang menimbulkan gelembung di permukaan air di sawah. Sedangkan di sawah milik Sahid, ada tiga gelembung serupa yang muncul di air permukaan sawah. “Pada awalnya hanya ditemukan satu dua titik semburan, dalam tiga hari ini jumlahnya bertambah,” jelas Prapto.

Dua warga setempat yang turun ke sawah, berusaha menutup gelembung udara yang muncul dari bawah dengan kakinya dan menutup dengan lumpur, tidak berhasil. Di lokasi munculnya gelembung udara yang ditekan tersebut, gelembung udara tetap keluar dari sampingnya.

Di sejumlah lokasi yang muncul gelembung udara itu, warga menancapkan kayu, untuk memberi tanda adanya gelembung di sawah itu.”Ada tekanan udara dari bawah,” kata seorang warga Campurejo, Kardam.

Kardam pun mengaku sempat mendekatkan hidungnya persis di dekat salah satu titik gelembung udara yang ada dan menyatakan, tidak mencium bau yang mencurigakan. Hal serupa juga dilakukan Waka Polsek Kecamatan Kota, AKP Moch. Usman yang juga melakukan pengecekan, persis di titik lokasi munculnya gelembung udara, juga menyatakan hal yang sama. “Sama sekali tidak berbau,” kata Usman.

Menurut Usman, pihaknya tetap melakukan pemantauan dan penjagaan di sekitar lokasi munculnya gelembung udara di persawahan warga itu, sambil menunggu pemeriksaan dari Bagian Lingkungan Hidup (BLH) Pemkab Bojonegoro.

“Kami sudah memerintahkan petugas untuk melakukan pengecekan, ” kata Kepala Bagian Lingkungan Hidup Pemkab Bojonegoro, Suharto. “Saya juga ikut ke tengah sawah, saya kira tidak terlalu berbahaya, hanya perlu dibuktikan dengan alat deteksi gas, yang masih kami lakukan sekarang ini,” tutur Suharto.

Berdasarkan keterangan di lokasi lapangan A di Desa Campurejo, Kecamatan Kota, sejak beberapa bulan lalu, hingga sekarang ini, “JOB PPEJ”, masih melakukan pemboran sejumlah sumur minyak baru, sebagai usaha untuk meningkatkan produksi minyak dari lapangan Sukowati.kompas.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim