Tingkatkan PDRB Madura hingga 60 Persen

ilustrasi: bisnisukm.com

Pemetaan Ekonomi di Kawasan Madura diprediksi mampu meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Sebab, empat Kabupaten di Pulau penghasil garam ini memiliki PDRB yang rendah diantara beberapa kabupaten di Jawa Timur.

“Kalau menurut data Bappeda (Badan Perencana Pembangunan Daerah) Bangkalan, pemetaan ini mampu meningkatkan PDRB hingga 60 Persen,” kata pemerhati Madura Autar Abdillah, dalam acara Seminar Pemetaan Ekonomi, Sosial dan Budaya Madura di Hotel Oval, Jalan Diponegoro, Surabaya.

Menurut Autar, pemetaan ini dilakukan untuk melihat potensi-potensi yang ada di Madura. Tentunya, pemetaan itu mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi pasca pembangunan Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu). Sehingga, pemetaan ini merumuskan langkah-langkah strategis, terkoordinasi, sistematis,terarah dan terpadu. Untuk pemetaan ini dilakukan oleh Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS).

“Untuk pemetaan hingga realisasi fisik ditargetkan selama 15 tahun ke depan,” tambah Dosen di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Fakultas Bahasa dan Seni ini.

Di kesempatan yang sama, Sekretaris BPWS Khalawi menyebut ada tiga titik yang dijadikan prioritas untu pengembangan Pulau Madura. Tiga titik itu adalah, sekitar Jembatan Suramadu Kaki Surabaya dan Kaki Madura. Selanjutnya, Tanjung Bulu Pandan yang direncanakan akan menjadi pelabuhan international.

“Untuk Tanjung Bulu Pandan ini sangat cocok untuk pelabuhan karena kedalaman pantainya. Terlebih lagi pelabuhan Tanjung Perak sudah Overload. Nanti pelabuhan di Tanjung Bulu Pandan satu rangkaian dengan pelabuhan tanjung perak,” jelasnya.

Dia mengatakan, beberapa potensi Pulau Madura. Seperti Gas Alam di Pamekasan, Peternakan di Kabupaten Sampang dan Industri di Kabupaten Bangkala. Hasil pemetaan dari BPWS ini akan dijadikan acuan untuk menentukan kebijakan yang tepat bagi masyarakat Madura.

“Kan tidak cocok jika kawasan untuk Industri tapi digunakan peternakan. Nah pemetaan ini juga untuk mengetahui kondisi Sosial dan budaya masyarakat setempat. Karena, keduanya sangat berkaitan erat,” ujarnya. vivanews.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2020. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim