Pengusaha Jepang Lirik Potensi Jatim

ilustrasi: suarakawan.com

Para pengusaha Jepang makin melirik Jawa Timur untuk ekspansi bisnisnya. Pemerintahan kota Osaka bersama rombongan 16 perusahaan besar dan menengah di Jepang, kemarin datang ke Surabaya bertemu 60 pengusaha Jatim yang difasilitasi Kadin Jatim,

Kehadiran mereka bermaksud untuk meyakinkan, bahwa mereka tertarik melakukan kerjasama bisnis dengan pengusaha Jatim. Berbagai sektor usaha yang mereka lirik diantaranya manufacture, sparepart, garden materials dan masih banyak yang lainnya.

Pemerintah Osaka yang di wakili Toshiro Kozutsmi, sebagai Ketua Delegasi Perdagangan Osaka menjelaskan, sangat tertarik melakukan berbagai kerjasama bisnis seiring kerjasama bilateral yang terjalin antar dua negara selama ini.

”Sudah lebih 30 tahun lamanya Indonesia dan pemerintah Osaka menjalin hubungan diplomatik. Juni lalu Gubernur Osaka Hashimoto juga datang ke Surabaya, melihat langsung potensi yang amat besar di provinsi ini. Salah satunya adalah Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, sebagai jalur ekspor- impor yang sangat baik,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Asian Bussiness Promotion Manager Economic Relations Division Department of Commerce, Industry and Labour.

Menurut Kepala Dinas Badan Penanaman Modal Jatim, Warno Harisasano, kerjasama ini dapat meningkatkan perekonomian Jawa Timur. ”Proyek PMA (penanaman modal asing) dari Jepang yang disetujui sampai September 2011 adalah sebanyak 144 proyek, dengan jumlah invetasi sekitar Rp 21 triliun menyerap 1.745 tenaga kerja, dengan sektor usaha di bidang industri kimia, perdagangan dan kayu.

Sementara itu jumlah ekspor non migas dari jatim ke Jepang pada kuartal I 2011 naik 0,21% dengan total Rp 14 triliun. Sedangkan Import Jepang ke Jatim di tahun 2011 juga meningkat 6,19% dengan nilai total Rp 3,8 triliun dari sektor industri baja, mesin dan otomotif.

Disamping menjaga hubungan bilateral antara kedua negara, serta memperbaiki perekonomian yang sempat jatuh pasca Tsunami Maret lalu, Jepang memang berkepentingan melebarkan ekspansi bisnis ke Indonesia. Oleh sebab itu, pertemuan bisnis yang dilakukan antara pengusaha Osaka dan Jatim di Hotel Majapahit , amat menggembirakan pemerintahan Osaka, Jepang..

Surabaya adalah kota pertama sebelum Jakarta yang didatangi pemerintah Osaka dalam rangkaian kunjungannnya. Sebanyak 16 Perusahaan dari Jepang dan 60 pengusaha dari Jatim hadir untuk saling bertukar informasi tentang bisnis yang mereka geluti . Sebagian dari mereka adalah perusahaan – perusahaan midle yang ada di Osaka dengan berbagai sektor usaha antara lain manufacture, sparepart, garden materials, dan masih banyak yang lainnya.

Salah satu pengusaha asal Jepang, Junji Wakita, President Director Wakita Sekizai, mengatakan upaya kerjasama ini sangat baik dan akan menguntungkan kedua belah pihak Ia sendiri memiliki perusahaan yang bergerak di bidang impor garden materials, dan telah mendirikan kantor perwakilannya di Majalengka, Jawa Barat.

“Saya senang berada di Surabaya, saya banyak mendengar dari beberapa teman bahwa batu atau jenis material yang ada di Indonesia sangat bagus dan juga punya nilai jual yang tinggi. Maka dari itu saya ingin berburu batu atau jenis material lain yang ada dari beberapa daerah di Jawa Timur,” kata Junji.

Benaya Victorius Jaya, Industri Consulting Kadin Jatim, menegaskan bahwa Jawa Timur memang masih sangat potensial. “Untuk perkembangan bisnis, Jawa Timur memang sangat potensial menarrik perhatian para investor asing menanamkan modalnya,” tandasnya.

Menurutnya, Jepang merupakan salah satu dari lima negara investor teraktif pada tahun 2011 selain Inggris, Singapura, Cina dan Australia. surabayapost online

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim