Gubernur Ajak Kampus Bangun Etika dan Moralitas

Gubernur, saat memberikan pengarahan pada acara penandatangan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerjasama (MoU) antara Pemprov. Jatim dengan 34 perguruan Tinggi Agama Islam se jatim, di Ruang Bhinaloka Adhikara Jl. Pahlawan 110 Surabaya, Kamis (17/11).

Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo mengatakan, untuk membangun kembali etika moralitas dan memperkuat spiritual kaum muda, agar nantinya tidak kehilangan arah sebagai penerus bangsa. Maka pemprov. Jatim melakukan jalinan kerjasama dengan 34 Perguruan Tinggi Agama Islam se Jawa Timur.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur, saat memberikan pengarahan pada acara penandatangan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerjasama (MoU) antara Pemprov. Jatim dengan  34 perguruan Tinggi Agama Islam  se jatim, di Ruang Bhinaloka Adhikara Jl. Pahlawan 110 Surabaya, Kamis (17/11).

Menurut Soekarwo, sebetulnya  kita sebagai bangsa Indonesia  ini telah memiliki kekayaan yang luar biasa besar dan sangat mahal harganya. Yaitu etika dan perilaku spiritual yang kuat serta sopan santun sebagai kultur budaya bangsa. “ Tetapi, sekarang ini masalah yang telah saya sebutkan  tadi bisa dikatakan sudah luntur. Sebab, buila ada orang yang berperilaku sopan dan santun dikatakan kolot atau kuno dan lebih ekstrim lagi  dikatakan ketinggalan jaman,” tegasnya.

Budaya yang menyimpang  dan sudah  menganut pada system atau ajaran Radikalisme yang dipicu oleh Liberalisme inilah, lanjut Pakde, yang harus segera  dibasmi dan dihilangkan. Karena bila tidak,  benang merah ini bisa memberikan dampak negative pada pertumbuhan dan pembangunan karakter generasi muda sebagai penerus  bangsa. Kedengarannya memang aneh, tetapi semua itu nyata dan faktanya ada. Sebagai contoh, trend atau kecenderungan penggunaan tehnologi yang tidak didasari dengan spiritual, sehingga dampaknya akan menghancurkan peradapan. “ Miskipun satu mobil, tetapi seolah- olah disebelahnya tidak ada orang atau temannya,” jelas Pakde.

Untuk itu, katanya, hari ini pemprov. Jatim  melakukan  penandatanganan jalinan kerjasama dengan 34 Perguruan Tinggi Agama  Islam se Jawa Timur. Dengan tujuan dan harapan, ingin dapat memperbaiki dan meningkatkan kalitas SDM generasi muda melalui methode pembelajaran spiritual. Sebab, Perguruan tinggi Agama Islam baik negeri maupun swasta adalah memiliki latar belakang kuat dalam pengajaran etika spiritual yang baik.

Oleh karena itu, dosen atau pengajar di semua Perguruan Tinggi Agama Islam dituntut harus rajin membaca buku – buku dengan keluaran terbaru atau paling tidak pengeluaran dua tahun terakhir.” Jangan, membaca buku – buku yang sudah aus atau kadaluarsa atau buku keluaran 10 tahun yang lalu. Sehingga, ilmu yang diperolehpun tidak nyambung dengan yang  sekarang, dan hasil yang diperolehpun kurang memuaskan,” terangnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Pakde mengatakan,   jalinan kerjasama ini merupakan program khusus  yaitu untuk memperbaiki kualitas SDM. Oleh karena itu, walapun  pengajarnya di Madin tetapi system belajar mengajarnya harus disesuaikan dengan kemajuan jaman. Tapi, satu hal yang harus dipegang teguh yaitu mempertahankan dan terus membangun karakter dengan dasar spiritual.

Ditempat yang  Asisten Sekda bidang  Kesejahteraan, Dr. Eddy Purwinarto, MSi melaporkan, penandatangan MoU antara pemprov. Jatim dengan 34  PT Agama Islam se Jatim, terdiri dari 1 PT Agama Islam negeri dan 33 PT Agama Islam swasta ini  mempunyai satu harapan yaitu  meningkatkan kualitas belajar mengajar guru atau dosen dengan standart S1 ( sarjana). Sehingga  bisa disamakan dengan program sertifikasi guru atau program perbaikan kesejahteraan  dengan program belajar 8 semester.

Untuk tahun ini yaitu program  tahun 2011, ada sekitar 1000 orang  se jatim  yang mengikuti program sertifikasi dari Madin. Dan mereka bisa belajar di tiga kota yang telah ditunjuk yaitu Kota Situbondo, ponorogo dan Jombang. Syarat untuk dapat mengikuti program serifikasi guru madin, salah satunya adalah mereka harus  lulus membaca kitab kuning karangan Abdul Rajak, disamping itu juga mereka harus dapat lolos ujian materi umum lainnya.

Dari 34 PT Agama Islam se Jatim, ditunjuk dua  orang yang  mewakili yaitu  Prof. dr. Mohammad Khusnu Ridho, MPd dari IAIN  Jember dan Prof. Dr. Nur Syam, MSi dari Kopertais wakil dari IAI Swasta. (hms)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim