Produksi Gula PTPN X Capai 447.000 ton

ilustrasi

Kinerja di sejumlah pabrik gula nasional pada tahun ini cukup bagus seiring panjangnya musim kemarau yang terjadi sehingga kemasakan tebu menjadi sempurna.

Di PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X, misalnya, realisasi produksi gula tahun ini mencapai 447.000 ton per tahun, naik 9% dari tahun lalu yang mencapai 410.000 ton. Sementara rendemen tebu di wilayah kerja PTPN X rata-rata mencapai 7,93%, naik satu poin lebih dari posisi tahun lalu yang mencapai sekitar 6,53%.

“Kalau produksi tebu justru turun. Hanya mencapai 5,6 juta ton dari lahan 70.000 hektar padahal tahun lalu yang mencapai 6,2 juta ton. Akan tetapi rendemen kita yang naik cukup tinggi, mencapai satu poin lebih menjadi 7,93%,” Direktur Produksi PTPN X, Tarsisius Sutaryanto, ketika dikonfirmasi kabarbisnis.com, Surabaya.

Besarnya kenaikan ini selain karena panjangnya musim kemarau juga dipengaruhi oleh berbagai faktor. Di antaranya adalah membaiknya komposisi varietas yang masuk giling awal, tengah dan akhir serta makin sadarnya petani untuk menggunakan pupuk organik dalam pemupukan.

“Ada beberapa faktor yang menyebabkan produksi dan rendemen kita cukup tinggi melebihi rerata produksi PTPN lainnya. Salah satuya karena komposisi varietas tebu yang digiling awal, tengah dan akhir sudah semakin mendekati ideal yaitu 30%-20%-50% dari komposisi ideal 30%-40%-30%,” ungkap Sutaryanto.

Kondisi ini, menurutnya, karena kesadaran petani untuk menanam dengan komposisi tersebut sudah semakin tinggi. Sementara di tahun yang lalu, mereka masih cenderung memilih digiling awal atau akhir saja, sehingga komposisinya masih 20%-20% -60%.

Selain itu, penggunaan pupuk organik juga diyakini menyebabkan tingginya rendemen di wilayah kerjanya, sebab dengan pemakaian pupuk organik, seperti pupuk kompos, pupuk kandang, maka tanaman akan bisa mengatur kebutuhan pupuknya. Pupuk juga tidak mudah hilang dan larut bersama air.

“Ini sudah menjadi budaya di beberapa PG di wilayah Kediri, seperti di PG Ngadirejo, Pesantren Baru dan di PG wilayah Tulungagung seperti PG Mojopanggung. Bahkan, karena perlakuan ini, maka rendemen di PG Pesantren Baru mencapai 8,54%, tertinggi di Indonesia dikalangan PG milik BUMN Perkebunan,” katanya.

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim