Lapangan Wortel Alirkan Gas ke Industri Jatim

ilustrasi

Operator Santos mengembangkan lapangan Wortel dengan memproduksi gas sebesar 50 miliar british thermal unit per hari (BBTUD). Gas tersebut didistribusikan ke sejumlah industri di Jawa Timur.

Kepala Divisi Humas ,Sekuriti dan Formalitas Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Gde Pradnyana merinci, gas yang dihasilkan dari lapangan Wortel itu dialiri pada sejumlah industri strategis seperti sektor energi dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Dengan perincian, 30 BBTUD ke pembangkit listrik tenaga uap di Grati, Pasuruan milik PT Indonesia Power.

“Sebesar 17 BBTUD ke BUMD di Sampang, sisanya sebesar 3 BBTUD ke BUMD di Pasuruan,” ujar Gde di Jakarta.

Atas penjualan gas ke pasar domestik itu, menurut Gde, negara memperoleh pendapatan sebesar US$ 164 juta. Gde menuturkan, BP Migas mendorong pemenuhan gas bumi sebagai penunjang industri dan kelistrikan untuk domestik.

Selama ini, gas yang diproduksi di Jawa Timur (Jatim) digunakan sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan di wilayah tersebut. “Tidak ada gas yang dijual keluar dari Jatim, sehingga pemanfaatan gas dapat lebih menciptakan efek berganda terhadap kegiatan ekonomi di daerah,” tegasnya.

Di sisi lain, kata Gde, pihaknya berharap konsumen membeli gas dengan harga keekonomian. Dengan harga yang memadai, perusahaan migas di sektor hulu bisa melakukan investasi untuk mengembangkan lapangannya. “Pasokan pun dapat berkesinambungan,” kata dia.

Karena itu, BP Migas menyambut baik kesepakatan kenaikan harga jual gas di Lapangan Maleo di Jawa Timur antara Santos dan Perusahaan Gas Negara (PGN). Kesepakatan ini dicapai dalam penandatanganan addendum kedua perjanjian jual beli gas Maleo yang dilakukan antara Santos dan PGN pada Senin, 7 November 2011 lalu.

Lapangan Maleo mulai menyuplai gas ke PGN semenjak 2006 dengan jumlah pasokan sebesar 110 BBTUD. Harga jual sebelumnya sebesar US$ 2,14 per juta british thermal unit. Melalui penandatanganan addendum kedua tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk menaikkan harga jual gas menjadi US$ 5 per juta british thermal unit dengan eskalasi sebesar 3 persen per tahun. “Dengan kesepakatan ini, pembeli dan penjual sama-sama diuntungkan,” kata Gde.

Dia berharap, kesepakatan serupa dapat terwujud pada kontrak-kontrak gas yang harganya masih di bawah US$ 3 per juta british thermal unit. Menurutnya, langkah ini perlu terus mendapatkan dukungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Saat ini, cepatnya proses persetujuan harga maupun alokasi, khususnya untuk domestik, yang diberikan Menteri ESDM menumbuhkan semangat baru bagi perusahaan migas untuk lebih giat dalam melakukan eksplorasi dan eksploitasi migas di Indonesia. “Terlebih lagi, perbaikan harga gas domestik juga berarti meningkatkan penerimaan negara,” pungkasnya. kabarbisnis.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2018. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim