Bude Karwo : 1.120 Motif Batik Jatim Teridentifikasi

Ilustrasi

 

Saat ini 1.120 motif  batik  dari 3.000 lebih  motif batik yang tersebar di 38 kabupaten/kota di Jatim telah teridentifikasi, mencerminkan karakter daerahnya masing-masing. Dalam Buku  Keeksotisan Batik Jawa Timur masih ada 4 kabupaten yang belum terangkat, yaitu Kabupaten Ngawi, Nganjuk, Jombang dan Gresik.

Hal itu diutarakan Ketua Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Provinsi Jawa Timur Ny. Dra. Hj. Nina Soekarwo, MSi.  ketika menghadiri Launching Buku Keeksotisan Batik Jawa Timur, di Surabaya Plaza Hotel,  Kamis (27/10).

Lebih lanjut disampaikan Jawa Timur mempunyai  unit usaha batik dan tenun sebanyak ± 9.824 unit yang tersebar di kabupaten/kota,  mampu menyerap tenaga kerja sebanyak ± 29.571 orang. Unesco  sejak tanggal 2 Oktober 2009 menetapkan batik sebagai warisan budaya dunia yang bersifat tak benda atau intangible (Masterpiece of The Oral ang Intangible Heritage of Humanity). Ini disebabkan karena batik memiliki kekhasan dan kandungan nilai budaya yang diakui di mata dunia.

Di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur telah terbentuk Dekranasda, oleh karena itu apabila seluruh motif batik yang ada di 38 kabupaten/kota Jawa Timur terangkat semua, maka tentu akan sangat mempengaruhi perkembangan perbatikan yang ada, disamping itu juga akan meningkatkan perkembangan perekonomian masyarakat pembatik.

Lebih lanjut disampaikan bahwa dengan diluncurkannya Buku Batik Jawa Timur memiliki makna dan akan berdampak yang luas bagi pelestarian budaya bangsa serta perkembangan batik untuk masa datang.

 “Dengan diluncurkannya Buku Batik Jawa Timur akan memberikan referensi bagi masyarakat khususnya generasi muda mengenai sejarah, seluk beluk, filosofi dan perkembangan batik di Jawa Timur, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan apresiasi, motivasi dan inspirasi bagi generasi muda untuk melestarikan budaya bangsa secara kreatif dan inovatif,” cetusnya. Yang sangat menggembirakan  bahwa saat ini banyak para pemuda yang suka memakai batik dari bahan katun yang dikombinasikan dengan Blue Jean.

Banyak symbol dan makna yang tersimpan dalam sehelai kain batik, oleh karena itu apabila ada pembatik yang ingin menciptakan batik sesuai dengan pasar, misalkan yang bergambar Batman karena para pemuda sedang menggandrungi Batman boleh saja, tetapi menurut Ketua Dekranasda Prov. Jatim yang akrab dengan sapaan Bude Karwo menghrapkan agar pakem batik harus tetap ada, agar bisa dibedakan dengan tekstil.

Buku Keeksotisan Batik Jawa Timur ditulis oleh Dr. Yushak Anshori dan Adi Kusrianto, BSc. menguak keeksotisan batik khas Jawa Timur yang belum banyak dikenal masyarakat. Berfungsi sebagai etalase dimana pembaca akan bisa melihat, mengenal, serta memahami masing-masing cirri yang dimiliki hampir seluruh potensi batik yang ada di pelosok Jawa Timur. Masing-masing wilayah memiliki cirri khas pembatikan tertentu baik dari segi motif, goresan canting, dan warna yang dihasilkan.

Buku ini akan diterjemahkan dalam dua bahasa yaitu Inggris dan Jepang, untuk mengakomodasi kebutuhan para wisatawan dan juga para pecinta seni batik di mancanegara. (hms)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim