Dilarang Gunakan Beras Impor, Distribusi Raskin Tertunda

ilustrasi; antara

Perum Bulog Sub Divisi Regional (Divre) XII Madura, Jawa
Timur, menangguhkan distribusi bantuan beras bagi warga miskin (raskin) di wilayah itu dalam dua bulan terakhir ini, karena kehabisan stok beras lokal.

Kepala Perum Bulog Sub Divre XII Madura Ach Readi dalam keterangannya di Pamekasan, menjelaskan penangguhan distribusi raskin dilakukan karena beras yang tersedia saat ini hanya beras impor.

“Gubernur melarang Bulog mendistribusikan raskin dari luar negeri ini. Makanya, jatah raskin sementara ini kami tangguhkan,” katanya.

Menurutnya, Gubernur melarang distribusi raskin dengan alasan stok beras lokal di Jawa Timur (Jatim) saat ini surplus. Jika Bulog mendistribusikan beras impor, beras lokal tidak akan terserap. “Padahal stok beras lokal tidak ada. Makanya pihak Bulog melakukan impor,” ujar Readi.

Kini, Bulog masih berupaya melobi Gubernur Jatim untuk mengatasi masalah itu. Sebab, jika pemerintah provinsi tetap melarang distribusi raskin dari beras impor, padahal beras lokal tidak tersedia, beras bantuan untuk mansyarakat miskin itu tetap tidak akan dicairkan.

Readi juga mengatakan, penangguhan distribusi raskin tidak hanya terjadi di Madura, tapi di semua wilayah di Jatim. Sejumlah kepala desa di Pamekasan bahkan resah atas lambatnya
distribusi beras itu dari Bulog, karena warga penerima raskin melakukan protes. MICOM

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim