Gubernur Jatim Hadiri Pengukuhan Pengurus KTNA Jatim

Ilustrasi

Ketahanan pangan menjadi prioritas terbesar bagi Provinsi Jawa Timur. Ini disebabkan permasalahan pangan tidak hanya menyangkut persoalan sosial dan ekonomi tetapi juga bisa merambah ke ranah politik.         Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo saat menghadiri Pengukuhan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jawa Timur dan Penyerahan Pataka KTNA Ke-XIV, di Binaloka Adikara Kantor Gubernur Jl. Pahlawan No. 110 Surabaya, Jumat (21/10).

            Ia mengatakan, untuk mewujudkan ketahanan pangan di Jatim, terdapat beberapa langkah kongkrit yang dilakukan Pemprov Jatim antara lain, penyediaan pangan daerah harus diupayakan sebesar-besarnya dari produksi dalam negeri. Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan impor dari negara lain.

            Langkah berikutnya adalah produksi dan produktivitas pangan harus ditingkatkan, sehingga pasokan hasil pertanian tersedia sesuai permintaan, serta perlu mengembangkan sentra-sentra produksi utamanya di kawasan rawan pangan, sehingga aspek distribusi lebih mudah.

            Pemerintah dan masyarakat khususnya KTNA Jatim harus terus berupaya menciptakan kondisi aman pangan atau food security terutama dalam menghadapi perubahan iklim yang tidak menentu seperti saat ini. “Saya berharap para pengurus KTNA Jatim dapat melakukan inovasi untuk menciptakan aman pangan melalui penerapan teknologi yang sesuai,” pinta Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim.

            Lebih lanjut disampaikannya, produksi pangan tidak hanya untuk keperluan masyarakat Jatim saja, tetapi juga untuk menopang kebutuhan pangan nasional dan kebutuhan industri. Hal yang baik seperti ini harus dipertahankan agar ketahanan pangan di Jatim dapat terwujud.

            Kontribusi produksi Jatim  terhadap nasional untuk komoditas padi mencapai 17,70 persen, jagung 28,49 persen, dan kedelai 38,9 persen. Sedangkan untuk produksi perikanan hasil penangkapan (laut, perairan umum) mencapai  351.869,20 ton, hasil budidaya (laut, tambak, kolam, sawah, tambak, mina padi, perambah) 758.955,50 ton. “Jika produksi beras kita hanya untuk keperluan konsumsi masyarakat Jatim saja ketersediaan pangan beras surplus 4.352.297 ton dan jagung surplus 5.050.624 ton,” ujarnya.

            Ia mengharapkan agar surplus pangan dipertahankan bahkan ditingkatkan. Hal ini tidak terlepas dari usaha kerja keras dan cerdas dari semua pihak khususnya para petani yang digerakkan oleh penyuluh pertanian bersama KTNA.

             Kondisi rasio indeks pertanian Jatim saat ini mencapai 1,86. Ini menunjukkan irigasi teknisnya rendah, namun kontribusi pertanian terus mengalami peningkatan. “Jika pengairan teknis ini dapat dibenahi, maka rasio indeks pertanian dapat mencapai 2,2. Sehingga Jatim dapat menghasilkan kelebihan beras 5,5 juta ton,” katanya. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Kelompok KTNA Nasional Ir. H. Winarno Tohir mengukuhkan Drs. H. Suyanto, MMA sebagai Ketua Pengurus Kelompok KTNA Provinsi Jatim masa bhakti 2010-2015 berdasarkan Surat Keputusan Nomor 040/SKEP/KTNA-Nas/12/2010 tanggal 20 Desember 2010. Kepengurusan KTNA Prov. Jatim terdiri dari Ketua Umum, Ketua I-XII, Sekretaris dan tiga Wakil Sekretaris, Bendahara dan tiga Wakil Bendahara, Departemen Organisasi dan Kaderisasi, Departemen Diklat dan Litbang, Departemen Informasi dan Komunikasi, Departemen Humas dan Hukum, Departemen Pertanian dan Peternakan, Departemen Kelautan dan Perikanan.

            Selain itu, juga terdapat Departemen Kehutanan dan Perkebunan, Departemen Wanita dan Pemuda, Departemen Agribisnis dan Agro Industri, Departemen Koperasi dan Permodalan, Departemen Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam, serta Departemen Penanggulangan Bencana Alam. (bhi)

Komentar Pembaca

  1. kami ingin tanya siapa ketua ktna kab. Banyuwangi periode 2015-2020

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2020. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim