Bude Karwo Terima Penghargaan Gemarikan 2011

Ilustrasi

Usaha pengurus Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Provinsi Jawa Timur untuk menggairahkan masyarakat gemar makan ikan tampaknya membuahkan hasil cukup gemilang. Di ajang Pameran Indonesia Fisher Expo (IFE) yang digelar Kementerian Kelautan dan Perikanan RI di Balai Kartini Expo Center, Jakarta Pusat, Ketua Umum Forikan Jawa Timur, Ny. Dra. Hj. Nina Soekarwo, MSi memperoleh penghargaan bertitel Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) 2011.

Penghargaan berupa plakat tersebut diberikan Direktur Jenderal (Dirjen) Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) DR. Victor P.H. Nikijulun yang mewakili Menteri Perikanan dan Kelautan. Selain Nina Soekarwo, penghargaan yang sama juga diterima Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Ir. Kardani, MM.

Kardani mendapatkan penghargaan mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dinilai concern terhadap percepatan kepengurusan Forikan di wilayahnya. Ini karena, dari 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur, kepengurusan Forikan sudah terbentuk semuanya.

Sementara diraihnya penghargaan yang diperoleh Bude Karwo, sapaan akrab istri Gubernur Jawa Timur itu dinilai pemerintah pusat karena mampu menggerakkan secara optimal kepengurusan Forikan yang ada di wilayah Jawa Timur.

Lewat kepengurusan tersebut, Bude Karwo berharap bisa makin menggairahkan masyarakat Jawa Timur untuk menggemari makanan berjenis ikan. Dan semua keinginan itu dinilai Bude Karwo mendapat dukungan penuh dari seluruh pengurus Forikan yang ada di tingkat daerah. “Alhamdullilah, 99 persen seluruh istri bupati dan walikota di Jawa Timur menjadi ketua Forikan,” kata Bude Karwo.

Ia menambahkan, dalam menjalankan program yang sudah disusun, pihaknya melakukan kerjasama dengan Dinas Perikanan Provinsi Jawa Timur. Hasilnya, peningkatan konsumsi makanan ikan yang ada di tengah-tengah masyarakat sudah cukup signifikan. “Ini karena kami turun ke grass root. Jadi kami ngajak ibu bupati untuk turun dengan memprioritaskan pada mereka yang konsumsi makannya cukup rendah,” jelasnya.

Sementara menyoal harga ikan di pasaran, Bude Karwo menerangkan, kalau di Jawa Timur, harga tersebut dinilai relatif masih terjangkau oleh masyarakat. “Saya kira sampai sekarang di Jawa Timur relatif masih murah. Lele antara Rp. 15 ribu, saya kira relatif murah. Tempe tahu pun juga hampir sama,” jelasnya.

Namun, ia ingin, agar pola pikir masyarakat terhadap konsumsi makan ikan harus diubah. Terutama masyarakat di tingkat pedesaan. “Hanya di desa-desa yang kita harus merubah sedikit mindset mereka yang masih menganggap makan ikan itu cacingan dan sebagainya. Itu masih ada di plosok-plosok desa,” ungkapnya. “Ini yang kita terjun. Dan terus terang saya himbau mereka untuk mengkampanyekan makan ikan ini karena untuk proses tumbuh kembang anak,” tambahnya.

Masih menurut Bude Karwo, pertumbuhan anak itu dipengaruhi oleh asupan makanan mereka. Di usia nol sampai empat tahun, konsumsi ikan dinilai sangat penting. Yakni untuk proses pembentukan dan pertumbuhan sel-sel otak anak. “Dan itu sangat dipengaruhi oleh asupan makanan dan protein yang ada di ikan sangat bermanfaat untuk stimulan di otak anak,” jelasnya.

“Jadi sekali lagi, tugas pengurus Forikan itu untuk mengampayekan bagaimana masyarakat secara sadar setiap hari harus ada ikan di rumah dengan harga yang murah,” tambahnya.

Saat ditanya soal program apa yang akan dicapai dalam upaya meningkatkan masyarakat menggemari konsumsi ikan di Jawa Timur, Bude Karwo menyebutkan, yang dilakukannya adalah mencoba dengan berbagai macam cara. Salah satunya dengan mengadakan berbagai-bagai lomba. Utamanya adalah dengan mengutamakan bahan dasar yang murah dengan dukungan protein yang tinggi.

Usai menerima penghargaan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Bude Karwo menyempatkan diri untuk meninjau empat stand yang diikuti beberapa Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Keempat stand tersebut di antaranya stand milik Kabupaten Blitar, Kabupaten Tulungagung, Kota Surabaya dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur.  Untuk stand Kabupaten Blitar memamerkaan ikan hias. Sedang Kabupaten Tulunggagung memamerkan ikan koki, Kota Surabaya memamerkan produk kerajinan hasil laut dan Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Jatim menampikan berbagai produk makanan berbahan dasar ikan.  

Sementara itu, penyerahan penghargaan yang diberikan Kementerian Kelautan dan Perikanan juga diberikan kepada tiga kategori yang berbeda. Di antaranya, kategori Rumah Makan (Resto), perorangan dan media massa. Untuk kategori Rumah Makan (Resto) diberikan kepada Resto Lele Lela. Lalu untuk kategori perorangan diberikan kepada dua orang sekaligus, yakni Ny. Tuti Soenardi dan Dr. Joko Mardjono, serta kategori media massa diberikan kepada Trans7. (hms)

Komentar Pembaca

  1. pemberian penghargaan pada pemerhati kesejahteran masyarakat dalam makan ikan sangat bagus, tapi ada tugas berat kita sebagai pelayan publik untuk menyadarkan para pedagang kaki lima dan keliling untuk menjual makanan sehat tanpa bahan kimia berbahaya,, terutama penjual olahn dari ikan jd pengawasan kita di pemerintah daerah harus ditegaskan lagi
    karena fakta dilapangan masih banyak pedagang yang masih tidak peduli dengan kesehatan pembelinya

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2018. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim