Atasi Kekeringan, Pemprov Siapkan Rp 4 M Setiap On Call

ilustrasi

Pemerintah Provinsi Jawa Timur siapkan Rp 4 miliar untuk setiap permintaan air di wilayah yang kekeringan. Dana itu akan dikucurkan untuk pembelian air, jirigen dan tandon penampungan.

Musim kemarau panjang yang terjadi di Jawa Timur menyebabkan kekeriangan di 651 desa. Sebanyak 483 desa di 17 kabupaten/kota menjadi tanggung jawab provinsi. Pendanaannya dibantu Pemerintah pusat sebesar Rp 10 miliar. Sedangkan sisanya yaitu 168 desa merupakan tanggung jawab Pemerintah kabupaten/kota.

Soekarwo Gubernur Jawa Timur mengatakan setiap daerah diberi Rp 4 miliar. “Setiap on call diisi Rp 4 miliar. Provinsi sudah bayar tapi on call,” kata Soekarwo pada wartawan.

Untuk keseluruhan, Pemprov sudah menyiapkan Rp 13 miliar yang diserakan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur. Saat ini, masih ada kekurangan Rp 1,750 miliar yang belum dibayarkan kepada kabupaten/kota. Dana itu digunakan untuk membeli kebutuhan air di daerah. Termasuk pembuatan tandon yang sudah 80 persen selesai.

Menurut Soekarwo, kekeringan yang terjadi disebabkan adanya air yang ada di sumur dengan kedalaman 10-20 meter, terserap. Sementara sumur rakyat kering. Karena itu, Pemprov Jatim akan berkoordinasi dengan Kementerian PU untuk melakukan pengeboran artesis sehingga tidak mengganggu sumur permukaan

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2020. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim