Bisnis Pesantren Cetak Omzet Rp1,3 Triliun

Kalangan pondok pesantren (ponpes) kini mulai serius membangun bisnis untuk menopang aktivitas utama mereka di dunia pendidikan. Salah satu ponpes yang sukses membangun jaringan bisnis adalah Ponpes Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur.

Sayap bisnis Ponpes Sidogiri dikepakkan melalui tiga lini, yaitu BMT MMU yang fokus pada pemberdayaan guru, BMT UGT yang melayani jasa keuangan syariah secara umum, dan Koperasi Ponpes (Kopontren).

Pengasuh Ponpes Sidogiri, KH Mahmud Ali Zein, mengatakan, pihaknya merintis usaha dari nol. Dia mencontohkan, BMT saat didirikan pada 1997 hanya bermodalkan Rp13,5 juta. Tapi kini gurita usahanya terus membesar.

“Kami membangun bisnis dimaksudkan sebagai sumber pendanaan bagi ponpes. Bisnis ini tidak dimaksudkan hanya mencari untung belaka, tapi bagaimana menebar rahmat,” ujar Mahmud.

Pelan tapi pasti, bisnis pesantren ini terus membesar. Hingga 2010, omzet keseluruhan lini bisnisnya mencapai Rp1,3 triliun dalam setahun. Cabang-cabang BMT dan Kopontren mencapai 180 unit di seluruh Indonesia.

“Cabang-cabang kami tidak hanya ada di Jawa Timur, tapi juga di Kalbar, Kalteng, Kaltim, DKI Jakarta, dan Jabar. Ke depan kami menjajaki membuka cabang di Bali, NTB, Bali, dan Sulawesi, bahkan Papua. Kami menggunakan jaringan alumni dan para santri untuk membangun bisnis ini. Santri kami tersebar di seluruh Indonesia, bahkan ada yang kini berkiprah di Yaman, Arab Saudi, dan Mesir,” jelas Mahmud.

Lini bisnis Sidogiri lewat Kopontren juga luar biasa. Kopontren Sidogiri membangun jaringan gerai ritel, terutama di wilayah Pulau Madura. Saat ini di Pulau Madura ada 16 unit minimarket Kopontren Sidogiri. Tahun ini diharapkan ada penambahan 18 unit Kopontren lagi di sejumlah wilayah.

“Memang kami masih jauh jika dibandingkan Indomaret atau Alfamart, tapi kami berikhtiar agar usaha ini terus besar dan memberi maslahat bagi umat,” papar Mahmud.

General Manager BMT Sidogiri, Abdul Majid Umar, mengatakan, seluruh bisnis Sidogiri itu telah menyerap sedikitnya 1.300 tenaga kerja. Tenaga kerja tidak hanya dari kalangan santri, namun juga dari masyarakat luas.

“Kami memproduksi sejumlah barang sendiri, seperti air minum dalam kemasan (AMDK) merek Santri. Semua yang kami jual adalah produksi dalam negeri,” ujar Umar.

Ponpes Sidogiri kini mempunyai 8.000 santri yang terdiri atas 5.000 santri putra dan 3.000 santri putri. Ponpes ini didirikan pada 1745 atau 200 tahun sebelum Indonesia merdeka. Ponpes ini mendirikan madrasah pada 1938 atau tujuh tahun sebelum Indonesia merdeka.

“Karena ikhtiar membangun usaha ini pula, kami secara rutin mengirim guru ke seluruh pelosok Indonesia. Tahun lalu ada 553 guru yang kami kirim ke seluruh pelosok Indonesia,” tutur Mahmud. kabarbisnis.com

ilustrasi: kabarbisnis.com

Komentar Pembaca

  1. pak/ibu sy berapa harga net air santri gelas & 600m

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2018. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim