Menteri PP& PA Canangkan Jombang Daerah Layak Anak

Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Meneg PP&PA) Linda Amalia Sari Gumelar mencanangkan Jombang sebagai kabupaten layak anak didampingi wakil Bupati Jombang Widjono Soeparno dan Ketua Penggerak PKK.

Menteri Negera Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar meminta pemerintah menyediakan tempat khusus untuk kaum hawa agar bisa memberikan Air Susu Ibu (ASI)  di tempat umum dan tempat bekerja.

Hal ini disampaikan Meneg Perempuan saat pencanangan kabupaten Jombang sebagai daerah layak anak, Kamis (22/9). Pencanangan dilakukan di pendopo kabupaten setempat.

”Salah satu indikator daerah layak menjadi daerah layanan anak adalah ketersediaan ruang pojok ASI bagi ibu-ibu untuk menyusui,” ujarnya mengatakan.

Lebih lanjut dikatakannya, menjadi prioritas dan ukuran daerah layak menyandang layanan anak, yakni ditempat-tempat umum seperti swalayan, stasiun Rumah Sakit seharusnya tersedia ruang untuk kaum ibu memberikan air susunya kepada bayi mereka.

”Ini sudah dilakukan di beberapa daerah,” imbuhnya mencontohkan. Karena pentingnya Asi ini, mantan ketua Kowina ini juga meminta kaum hawa untuk memberikan ASI kepada anak-anaknya hingga usia 2 tahun. Untuk mendukung kampanye ASI ini, dikatakannya, tiga kementrian telah sepakat menyediakan almari es di tempat-tempat umum untuk menyimpan Asi.

“Tolong ibu-ibu diperhatikan. Berikan ASI kepada bayai minimal 6 bulan syukur-syukur hingga 2 tahun,” ujarnya seraya mengatakan pentingnya bayi mendapatkan air susu langsung dari ibu karena merupakan sumber gizi.

Di samping itu, indicator kelayakan layanan anak (KLA) lanjutnya juga diukur dari upaya pemerintah daerah dalam memprioritaskan pemberian akte gratis akte gratis bagi kelahiran anak baru.

“Ini juga harus menjadi prioritas utama,” tandasnya.

Meneg PP & PA mengacungi jempol terhadap kabupaten Jombang yang telah berani mencanangkan diri sebagai daerah layak layanan anak. Karena dari kabupaten yang ada di Indonesia baru 75 kabupaten yang menyatakan siap.

”Dan Jombang merupakan yang pertama  mencanangkan diri,” tambahnya.

Sementara itu, data pemerintah kabupaten Jombang terkait penanganan anak ini dinyatakan bahwa meski belum maksimal pemberian ASI yakni baru 53,4 persen serta layanan air bersih baru 76,69 persen. Sedangkan soal gizi buruk tercatat sebanyak 38 kasus, namun soal pelayaan anak sudah melampaui ketentuan dari pemerintah pusat.

“Imunisasi dasar lengkap sudah mencapai 97,33 persen,”ujar Agus Riadi menyampaikan.

Data BPS 2010 sebanyak 32,27 persen warga Jombang adalah anak-anak, dengan kematian balita 10,3 persen per seribu bayi lahir dan kematian ibu sebanyak 0,6 persen per seribu ibu melahirkan. (rur)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2018. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim