Jatim Menjadi Pusat Pengembangan Alpukat

ilustrasi: toptropicals.com

Kementerian Pertanian menganggarkan Rp179,2 miliar untuk pengembangan kawasan tanaman buah, florikultura, serta tanaman sayuran dan obat untuk peningkatan produksi.

Anggaran itu mengambil porsi 33,7% dari pagu anggaran tahun 2012 pada Direktorat Jenderal Holtikultura sebesar Rp531,89 miliar.

Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian Hasanudin Ibrahim menuturkan dari anggaran Rp179,2 miliar itu, pengembangan kawasan tanaman buah paling banyak menyerap anggaran, yakni Rp96,8 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk pengembangan kawasan tanaman buah seluas 6.939 ha.

“Kami ada kesulitan pengembangan di tanaman pohon buah yakni kecepatan penyediaan benih,” katanya di Gedung DPR hari ini.

Pengembangan kawasan tanaman buah ditargetkan dapat meningkatkan produksi buah Rp20,474 ton. Adapun, pengembangan kawasan florikultura seluas 378.250 m2 sebanyak Rp23,2 miliar dan kawasan tanaman sayuran dan tanaman obat seluas 5.136 ha sebesar Rp59,2 miliar.

Ditjen Hortikultura berencana mengembangkan sentra produksi di kawasan perkotaan melalui optimalisasi potensi lahan pekarangan. Rencana itu akan diisi dengan berbagai sayuran seperti cabai, sayuran daun, dan tanaman obat (rimpang). Juga buah semusim seperti melon, pisang, semangka, pepaya, dan jambu biji serta tanaman florikultura seperti anggrek, raphis, dan krisan.

“Pembentukan kawasan skala luasan minimal 50 ha di satu kecamatan. Pengembangan kawasan ini fokus komoditas ekspor, terpadu mencapai skala ekonomi,” tutur Hasanudin.

Selain pengembangan kawasan sentra, Kementan juga akan memperluas areal tanaman buah pohon. Lahan kering atau lahan rawa akan dimanfaatkan dengan fokus pada komoditas jeruk, mangga, manggis, dan alpukat.

Alpukat akan dikembangkan di Jawa Timur yakni Jember, Lumajang, Pasuruan, dan Probolinggo, Garut di Jawa Barat, dan Lampung Tengah di Lampung. Jeruk bakal dikembangkan antara lain di Aceh Tengah dan Bener Meriah di Aceh, Barito Kuala dan Tapin di Kalimantan Selatan. Manggis rencananya dikembangkan di Gianyar dan Tabanan di Bali, Lebong di Bengkulu, Kampar di Riau. Sedangkan, mangga akan dikembangkan di Lombok Timur Nusa Tenggara Barat. bisnisindonesia.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim