56 Desa di Lamongan Kesulitan Air

ilustrasi: antarafoto.com

Warga 56 desa yang tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kesulitan air bersih. Kesulitan air bersih itu tersebar di Kecamatan Kembangbahu, Tikung, Deket, Kedungpring, Modo, Sugio, Sarirejo, Mantup, Sukorame, Ngimbang, Sambeng, dan Bluluk.

Sementara warga di sekitar Bengawan Solo yang tersebar di Kecamatan Babat, Laren, Karangeneng, Kalitengah, Karangbinagun, dan Glagah menggunakan air Bengawan Solo untuk kebutuhan air bersih, khususnya mandi dan mencuci. Telaga-telaga di pekarangan rumah untuk menampung air hujan tidak bisa dimanfaatkan karena kering.

Kepala Bagian Humas Kabupaten Lamongan menuturkan, PDAM Lamongan telah mendistribusikan air bersih ke daerah-daerah yang kesulitan air bersih. Khusus untuk kebutuhan air minum, warga membeli air isi ulang. PDAM sudah memasok air bersih, antara lain, ke Kecamatan Kembangbahu dan Tikung.

”Wilayah yang mengajukan permintaan akan dikirimi. Rata-rata per hari ada lima tangki yang dikirim ke daerah yang terdampak kekeringan dan kesulitan air bersih,” kata Anang.

Sementara sejumlah warga juga membeli air dalam jeriken yang dijual keliling rata-rata Rp 1.000 per jeriken. ”Setiap hari rata-rata bisa keluar uang Rp 30.000 hanya untuk air saja,” kata Agung, penghuni Graha Indah Lamongan.

Hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Gresik baru menjangkau empat kecamatan dari delapan kecamatan yang dilanda kesulitan air bersih. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gresik baru memasok air ke Kecamatan Benjeng, Cerme, Duduksampeyan, dan Bungah.

Rencananya ada 280 tangki air bersih yang akan dipasok ke 108 desa di delapan kecamatan. ”Pengiriman air bersih akan berlangsung hingga 16 Oktober,” kata Kepala BPBD Gresik Hari Sucipto.

Sejumlah warga masih memanfaatkan sisa air hujan yang ditampung di telaga air minum meskipun kondisinya tidak layak. Hal itu terlihat di Munggugianti, Kalipadang, dan Medangan, Kecamatan Benjeng, serta Desa Kandangan Kecamatan Cerme. kompas.com

Komentar Pembaca

  1. sekedar info saja bahwa desa kaliwates pernah dapat bantuan apa saja akan tetapi bantuan tersebut dinikmati oknum kades dengan para pendukung nya ya aji mumpung jurus yg dipakai,tdk ada sosialisasi bentuk bantuan pisik non pisik,tdak ada lpj tiap tahunya.luar biasa.

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim