Kondisi Danau Ranupane Gunung Semeru Rusak Parah

ilustrasi: senyummerahmuda.blogspot.com

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sedang merestorasi Danau Ranupane. “Kondisinya rusak parah. Selain mengalami sedimentasi juga kelestariannya terancam gangguan tumbuhan salvinia,” kata Kepala Balai Besar TNBTS, Soetrisno, di Malang, Jawa Timur.

Menurut Soetrisno, sedimentasi atau pendangkalan terjadi karena adanya lumpur dan sampah rumah tangga ataupun sampah pertanian yang masuk ke danau. Apalagi letak danau dekat dengan permukiman penduduk dan lahan pertanian.

Adapun salvinia atau bunga air tumbuh dengan subur, sehingga menutupi hampir sepertiga permukaan danau. Pertumbuhan salvinia yang cepat menyulitkan petugas memberantasnya. Petugas TNBTS bersama anggota pencinta alam se-Jawa Timur Agustus 2011 lalu sudah membersihkannya, tapi saat ini sudah kembali tumbuh dan mulai menyebar.

Soetrisno menjelaskan jika pendangkalan dan gangguan salvinia tetap dibiarkan, hal itu bisa mengganggu fungsi ekologis dan ekosistem Danau Ranupani. Bahkan tak tertutup kemungkinan mengakibatkan air danau melimpah ke permukiman warga. Selain itu fungsi danau sebagai obyek wisata juga terganggu.

Dalam kegiatan restorasi, Balai Besar TNBTS menggandeng sejumlah pihak, seperti Universitas Brawijaya, Badan Kerjasama Jepang (JICA), dan Pemerintah Kabupaten Lumajang. Restorasi juga melibatkan penduduk agar nantinya penduduk ikut menjaga kelestarian danau.

Kepala Desa Ranupane, Thomas Hadi, mengakui selama ini peran masyarakat ikut menjaga kelestarian danau belum optimal. Sebab penduduk tak merasa mendapatkan manfaat secara langsung dengan keberadaan danau.

Thomas Hadi berharap restorasi tak sekadar mengembalikan fungsi ekologis danau, tapi juga bisa memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, seperti peningkatan pendapatan. “Semoga masyarakat bisa mendapatkan manfaat dari danau sebagai obyek wisata,” ujarnya.

Danau Ranupane seluas satu hektare terletak di kawasan hutan yang dikelola TNBTS. Secara geografis Danau Ranupane berada di wilayah Desa Ranupane, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Berada pada ketinggian 2.500 meter di atas permukaan laut, danau ini menjadi salah satu obyek wisata alam Kabupaten Lumajang.

Nama Ranupane sudah tak asing lagi bagi para pendaki karena tempat ini menjadi pintu masuk bagi para pendaki menuju Puncak Gunung Semeru (3.676 meter dari permukaan laut). Sebelum atau sesudah mendaki puncak Semeru, para pendaki biasanya menyempatkan diri melepas penat satu hingga dua hari di Ranupane. Tempointeraktif.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim