Petani Diimbau Jangan Tanam Padi

ilustrasi: suaramerdeka.com

Hujan telah mengguyur beberapa daerah di Provinsi Jawa Timur dengan intensitas rendah. Kendati demikian, kemarau masih melanda hampir seluruh wilayah sehingga terjadi kekurangan air bersih.

Dalam kondisi seperti sekarang, kata Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Jatim Ahmad Nurfalakhi di Surabaya, Jumat (16/9/2011), dan pasca-serangan hama wereng coklat beberapa waktu lalu, Dinas Pertanian Jatim mengimbau petani untuk tidak menanam padi.

Dinas Pertanian Jatim telah menyosialisasikan kepada petani agar tidak menanam padi dalam situasi seperti sekarang. Apalagi saat ini masih kemarau dan pertanian di Jatim baru saja diserang hama wereng. “Jika petani tetap menanam padi, hasilnya tidak maksimal dan justru akan menimbulkan kerugian besar,” katanya.

Pada periode Agustus 2011, lahan padi yang kekeringan seluas 1.453 hektar dan tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Tulungagung seluas 953 hektar, Trenggalek 271 hektar, Pacitan 112 hektar, Sumenep 60 hektar, Mojokerto 21 hektar, dan Lamongan 19 hektar.

Dari total lahan kering tersebut, kata dia, yang mengalami puso atau gagal panen mencapai 36 hektar, dengan rincian di Mojokerto 18 hektar, Tulungagung 9 hektar, Tuban 6 hektar, Bojonegoro 2 hektar dan Trenggalek 1 hektar.

Luas lahan yang mengalami kekeringan lebih kecil dibandingkan dengan Juli 2010 yang melanda 2.736 hektar tanaman padi. Wilayah paling parah adalah Trenggalek seluas 1.729 hektar, Tulungagung 811 hektar, Bangkalan 108 hektar, Tuban 50 hektar, Gresik 15 hektar, Jombang 12 hektar, Kediri 10 hektar, dan Sumenep 0,5 hektar. kompas.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim